- DPR RI turut menyoroti nama 10 besar Menteri terbaik di masa satu tahu pemerintahan Prabowo
- Nama Raja Juli dianggap menjadi satu dari 10 menteri terbaik yang ikut disorot DPR.
- Nama 10 besar menteri terbaik versi survei dianggap tidak lepas dari kolaborasi pemerintah dengan DPR.
Suara.com - DPR RI menilai sejumlah menteri yang menunjukkan kinerja baik merupakan mereka yang mampu bersinergi dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Kolaborasi yang erat antara pemerintah dan parlemen dinilai menjadi kunci efektivitas pelaksanaan program, terutama di sektor yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Salah satu contoh disebutkan oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, yang menyoroti kinerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Menurutnya, keberhasilan Raja Juli masuk daftar 10 besar menteri berkinerja terbaik versi Survei IndoStrategi tak lepas dari kemauannya untuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan DPR.
“Artinya kalau kinerja kementerian baik, berarti DPR-nya baik, terutama Komisi IV. Kalau kami lihat, Raja Juli Antoni di sini memang mau belajar dan mau bertanya serta berdiskusi dengan Komisi IV DPR,” kata Rajiv saat dihubungi wartawan, Senin (20/10/2025).
Rajiv menilai, capaian positif tersebut juga mencerminkan kemampuan Raja Juli dalam menerjemahkan instruksi Presiden Prabowo, khususnya dalam program Perhutanan Sosial yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kenapa Raja Juli Antoni bisa masuk 10 besar kinerja menteri terbaik, menurut saya, dia menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto, terutama soal kehutanan sosial. Karena sama-sama kita tahu, program tersebut langsung menyentuh masyarakat. Artinya masyarakat mendapatkan dampak langsung dari kebijakan presiden, karena itu langsung ke masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Rajiv juga mengapresiasi peran Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, yang disebut aktif memastikan seluruh agenda Komisi IV berjalan optimal. Ia menilai kepemimpinan Titiek berpengaruh besar terhadap soliditas dan produktivitas lembaganya.
“Tentu ada peran dari Ketua Komisi IV. Siapa yang berani main-main menjalankan program pemerintah. Ibu Ketua Komisi IV enggak pernah absen dalam setiap kegiatan. Mulai dari rapat hingga kunjungan, beliau memimpin langsung. Sehingga di bawah kepemimpinan beliau Komisi IV cukup aktif,” ujarnya.
Menurut Rajiv, keberhasilan kementerian di bawah kepemimpinan Raja Juli Antoni menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan legislatif. Kolaborasi itu, katanya, berperan besar dalam menjaga konsistensi serta efektivitas kebijakan publik, terutama di bidang kehutanan.
“Keberhasilan seorang menteri tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi dengan legislatif yang aktif dan konstruktif,” tegasnya.
Baca Juga: Bawa Spanduk Indonesia Gawat Darurat, Ini yang Jadi Sorotan BEM SI di Setahun Pemerintahan Prabowo
Survei 10 Menteri Terbaik Kabinet Prabowo
Dalam survei IndoStrategi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menempati posisi pertama dengan skor 3,35. Direktur Riset IndoStrategi, Ali Noer Zaman, mengatakan hasil penilaian didasarkan pada capaian program prioritas masing-masing kementerian.
“Berdasarkan hasil penelitian kami, Abdul Mu’ti menempati posisi pertama dengan skor 3,35,” kata Ali dalam rilis survei di Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2025).
Selain Abdul Mu’ti, sembilan menteri lain yang masuk dalam 10 besar ialah Menlu Sugiono (3,32), Menag Nasaruddin Umar (3,26), Mendiktisaintek Brian Yuliarto (3,22), Mentan Amran Sulaiman (3,21), Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (3,15), Mendagri Tito Karnavian (3,14), Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (3,13), Menhut Raja Juli Antoni (3,08), dan Menteri Investasi serta Hilirisasi Rosan Roeslani (3,08).
Berita Terkait
-
Bawa Spanduk Indonesia Gawat Darurat, Ini yang Jadi Sorotan BEM SI di Setahun Pemerintahan Prabowo
-
Demo di Patung Kuda, Koridor 2 dan 5 Rute Transjakarta Lainnya Dialihkan
-
Tegang! Aksi Mahasiswa Peringati Satu Tahun Prabowo-Gibran Dihalangi Polisi di Monas
-
Setahun Prabowo-Gibran Dinilai Gagal dalam Penuhi Ekonomi Rakyat
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran