- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi menteri dengan tingkat kepuasan publik tertinggi di atas 82%, didorong oleh citra bersih dan tegas
- Menteri HAM Natalius Pigai (32,4%) dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (44,1%) tercatat sebagai menteri dengan tingkat kepuasan publik paling rendah dalam survei
- Tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo Subianto mencapai 81,9%, sementara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di angka 69,7%
Suara.com - Kinerja para menteri di Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai mendapat penilaian dari publik. Sebuah survei yang dirilis Riset Lingkaran Strategis (RILIS) menempatkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri dengan tingkat kepuasan tertinggi.
Sebaliknya, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia justru menempati posisi paling bawah.
Berdasarkan data survei, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Amran Sulaiman mencapai 83,6 persen, sementara Purbaya Sadewa menyusul tipis di angka 82,8 persen. Angka ini berbanding lurus dengan tingkat kesukaan publik, di mana Purbaya disukai 88,4 persen responden dan Amran 87,2 persen.
"Untuk sementara, Pak Andi Amran Sulaiman dan Pak Purbaya Sadewa masuk dalam divisi I yang memperoleh tingkat kepuasan tertinggi atas kinerjanya,” kata Direktur Riset Lingkaran Strategis (RILIS) Arman Salam dikutip, Senin (20/10/2025).
Arman menjelaskan, tingginya kepuasan terhadap kedua menteri tersebut didorong oleh persepsi positif publik. Keduanya dianggap sebagai sosok pejabat yang tegas, bersih, dan berani melawan korupsi di tengah maraknya kasus megakorupsi yang merugikan negara.
“Itu data kualitatif yang kami peroleh, bahwa di antara alasan paling menonjol karena kedua menteri itu dianggap bersih, berani, jujur, dan tegas sebagai modal utama berhasil atau tidaknya kerja seorang menteri. Misalnya, Pak Amran tercitrakan sebagai mister clean,” jelas Arman.
Sementara Amran dan Purbaya menikmati bulan madu dengan publik, beberapa menteri lainnya harus berjuang keras. Di dasar klasemen, Menteri HAM Natalius Pigai menjadi yang paling rendah dengan tingkat kepuasan hanya 32,4%. Tepat di atasnya adalah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan angka 44,1%, dan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dengan 49,7%.
"Selebihnya, ada juga para menteri yang tingkat kepuasaannya di bawah 50 persen, seperti Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar 49,7 persen, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia 44,1 persen, dan Menteri HAM Natalius Pigai 32,4%," ungkap Arman.
Survei ini juga membagi para menteri ke dalam beberapa divisi berdasarkan tingkat kepuasan. Divisi II (di bawah 80%) diisi oleh nama-nama seperti Menseskab Teddy Indra Wijaya (78,8%) dan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (72,4%).
Baca Juga: Prabowo Wajibkan Menteri Pakai Mobil Maung, Pindad Belum Siap Produksi?
Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (57,8%), Menteri Kebudayaan Fadli Zon (56,8%), dan Menteri Perdagangan Budi Santoso (56,8%) masuk dalam kategori divisi IV dengan tingkat kepuasan di bawah 60 persen.
Survei ini dilaksanakan pada 11-16 Oktober 2025 di enam provinsi utama di Pulau Jawa: DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Proses wawancara tatap muka dilakukan terhadap 800 responden dengan metode Multistage Random Sampling dan memiliki Margin of Error sekitar 3,47 persen.
Dalam kesempatan yang sama, survei ini juga mengukur kepuasan terhadap kinerja presiden dan wakil presiden. Hasilnya, 81,9 persen publik mengaku sangat puas dan cukup puas dengan kinerja Presiden Prabowo.
"Dan cukup jauh di bawahnya, 69,7 persen publik mengaku sangat puas dan cukup puas dengan kinerja Wapres Gibran," ujar Arman.
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Wajibkan Menteri Pakai Mobil Maung, Pindad Belum Siap Produksi?
-
China Sindir Menkeu Purbaya Soal Emoh Bayar Utang Whoosh: Untung Tak Cuma Soal Angka!
-
Bisikan Maut Bahlil ke Prabowo, Zulhas Sempat Akan Jabat Menko Perekonomian
-
Bahlil Beri Sindiran Menohok ke SPBU Swasta: Monggo Cari Negara Lain!
-
Viral Momen Purbaya Yudhi Sadewa Diduga Dicuekin Menteri Lain Saat Sidang Kabinet
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal
-
Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun