- Kejaksaan Agung mengungkap pengembalian uang Rp10 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tidak hanya berasal dari vendor, tetapi juga dari anak buah Nadiem Makarim.
- Bahkan, salah satu tersangka ikut mengembalikan uang tersebut.
- Kasus ini melibatkan lima tersangka dengan nilai proyek Rp9,3 triliun dan dugaan kerugian negara mencapai Rp1,98 triliun.
Suara.com - Kejaksaan Agung mengaku jika pengembalian uang dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek tidak hanya berasal dari pihak vendor.
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, menyatakan jika pengembalian uang tersebut juga berasal dari pihak anak buah Nadiem Makarim.
Bahkan pengembalian bersumber dari salah satu orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka dalam perkara ini
“Yang jelas kan kalau itu di internalnya ya anak buahnya yang bersangkutan saat itu. Tapi kan tidak hanya itu, ada dari vendor juga,” kata Anang, di Kejagung, Selasa (21/10/2025).
“Dari salah satu tersangka malah ada. Di antara yang empat ya, salah satu tersangka,” imbuhnya.
Anang menyampaikan jika total pengembalian uang senilai Rp10 miliar. Adapun uang yang dikembalikan berasal dari pengadaan laptop berbasis chromebook.
“Dari pengadaan,” ucapnya.
Diketahui, dalam perkara ini ada lima orang yang sudah dijerat sebagai tersangka, yakmi eks Mendikbudristek Nadiem Makarim, selanjutnya Sri Wahyuningsih (SW) selaku Direktur SD Kemendikbud Ristek.
Lalu ada Mulatsyah (MUL) selaku Direktur SMP Kemendikbudristek. Tersangka lainnya adalah Ibrahim Arif alias IBAM selaku Konsultan Teknologi Kemendikbud Ristek dan Juris Tan (JT) selaku eks staf khusus Mendikbudristek.
Baca Juga: Rombak Direksi, Mantan Staf Khusus Nadiem Masih Jadi Komisaris Bank Neo Commerce
Dari struktur kasus ini, bantuan laptop Chromebook di Kemendkibudristek memiliki nilai anggaran Rp9,3 triliun. Namun, karena adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan para tersangka, negara mengalami kerugian Rp1,98 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Bukan Cuma Perkara Dugaan Pemerasan, Bupati Pati Sudewo Juga Jadi Tersangka Kasus DJKA
-
Nicke Widyawati Ngaku Tak Pernah Dapat Laporan Soal Penyewaan Kapal dan Terminal BBM
-
Bupati Pati Sudewo dan Tim Suksesnya Diduga Peras Calon Perangkat Desa Hingga Rp 2,6 Miliar
-
KPK Ungkap Uang Rp 2,6 Miliar dalam Karung Jadi Bukti Dugaan Pemerasan Bupati Pati Sudewo Dkk
-
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia hingga Akhir Januari 2026
-
Wali Kota Madiun Ditahan KPK karena Kasus Pemerasan hingga Gratifikasi Proyek Pemeliharaan Jalan
-
Eks Dirut Pertamina Ungkap Keuntungan PT PIS Tembus Rp9 Triliun Saat Dipimpin Yoki Firnandi
-
Kepala Basarnas Ungkap Kemungkinan Tak Ada Korban Selamat Pesawat ATR: Kami Berharap Ada Mukjizat
-
Analisis BMKG: Pesawat ATR Jatuh di Maros saat Awan Cumulonimbus Selimuti Jalur Pendaratan
-
Menhub Beberkan Sulitnya Evakuasi Pesawat ATR di Maros: Medan 80 Derajat, Black Box Belum Ditemukan