-
Kejagung periksa 6 manajer kunci Pertamina.
-
Untuk perkuat bukti melawan buronan kakap Riza Chalid.
-
Penyidikan terus berjalan sambil menunggu Red Notice Interpol.
Suara.com - Perburuan terhadap buronan 'raja minyak' Riza Chalid semakin intensif. Hari ini, Kamis (23/10/2025) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa maraton enam orang saksi yang merupakan para manajer kunci dari berbagai lini bisnis di PT Pertamina.
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan tersebut sangat krusial untuk memperkuat alat bukti dan melengkapi berkas perkara yang menjerat Riza Chalid.
"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” ucap Anang, Kamis (23/10/2025).
Para saksi yang dipanggil berasal dari berbagai unit strategis di Pertamina dan anak usahanya, menunjukkan betapa luasnya jaringan yang sedang diurai oleh penyidik.
Mereka yang dipanggil oleh Kejagung, yakni NW, Fungsi HPO PT Pertamina (Persero); MA, Fuel Manager PT Pertamina Patra Niaga; TNA, Integrated Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga; AS, Manager Graha Crude & Dirty Petroleum PT Pertamina International Shipping; JU, VP Terminal Optimization PT Pertamina Energy Terminal; dan HASM, VP Crude & Gas Operation PT Pertamina International Shipping.
Langkah 'menguliti' jaringan internal ini dilakukan sementara Kejagung sembari menunggu diterbitkannya Red Notice dari Interpol untuk Riza Chalid, yang disinyalir telah melarikan diri ke luar negeri sebelum ditetapkan sebagai tersangka.
Riza Chalid sendiri telah berstatus tersangka dan Daftar Pencarian Orang (DPO).
Pemeriksaan para saksi ini menjadi 'amunisi' tambahan bagi Kejagung untuk memastikan kasusnya solid saat sang buronan berhasil ditangkap.
Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan Riza Chalid, selaku beneficial owner PT Orbit Terminal Merak, sebagai tersangka dalam skandal mega korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina.
Baca Juga: KPK Mengendus Hubungan Bisnis Bos Pertamina dengan Riza Chalid
Namun, Kejagung belum melakukan penahanan terhadap Riza Chalid.
Pasalnya 'saudagar minyak' tersebut telah berada di luar negeri, sebelum ditetapkan jadi tersangka.
Pihak Kejagung kini mengandalkan kerja sama internasional untuk melacak dan membawa pulang Riza Chalid guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Meski belum melakukan penahanan terhadap Riza Chalid, saat ini pihak Kejagung telah menyatakan Riza Chalid sebagai DPO.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Samsung Galaxy Watch Ultra2 vs Galaxy Watch9: Mana Smartwatch AI yang Paling Layak Anda Miliki?
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 24 Juli 2026, Semesta Berpihak ke Kamu
-
Misi Menyelamatkan Dunia di Balik Sikap Jutek Cranky, Crabby Crow
-
Operasi Besar-besaran! Banten Tutup 32 Tambang Ilegal
-
Ulasan Novel Playing Victim, Skenario Palsu yang Berujung Pertaruhan Nyawa
-
Apa Kelebihan Sunscreen Spray Dibandingkan dengan Sunscreen Krim? Ini 4 Alasannya
-
Prabowo Siap Laksanakan 3 Rekomendasi Ijtima Ulama, dari Meritokrasi sampai NU
-
Cari Dana Segar Buat Produksi Film dan Ekspansi, Emiten RAAM Mau Siapkan Rights Issue
-
Niatnya Self-Love, Kok Malah Insecure? Ini Jebakan di Balik Main Character Energy
-
Jumlah Uang Beredar Masih Bertambah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?