- Nadiem Makarim dikabarkan akan kembali menjalani operasi tahap kedua untuk penyakit wasir yang membuatnya masih dibantarkan di rumah sakit.
- Kejaksaan Agung menegaskan pembantaran bisa dilakukan kembali jika ada rekomendasi dokter dan tetap berada dalam pengawasan ketat penyidik.
- Meski begitu, proses penyidikan kasus korupsi digitalisasi pendidikan yang menjerat Nadiem tetap berjalan tanpa hambatan.
Suara.com - Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim, bakal kembali menjalani operasi tahap kedua penyakit wasir atau ambeien yang dideritanya.
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna mengatakan, jika memang diperlukan operasi tahap kedua, maka Nadiem bisa melakukan permohonan kepada penyidik
“Biasanya kalau sudah memang saat untuk itu tinggal ajukan ke, karena ini masih tahanan di tingkat penyidikan akan diajukan ke penyidik,” kata Anang, di Kantornya, Jumat (24/10/2025).
Penyidik, lanjut Anang, pasti memiliki pertimbangannya sendiri. Sepanjang ada keterangan resmi dari pihak dokter, maka Nadiem bakal kembali dibantarkan.
“Kapan mau berobat, pasti penyidik akan mempertimbangkan. Sepanjang memang itu ada keterangan dokter dan memang ini kan juga bagian dari yang proses kemarin kan, yang pernah dibantar,” jelasnya.
Nadiem Makarim, sebelumnya dibantarkan ke rumah sakit karena melakukan operasi wasir atau ambeien.
“Saat ini masih dibantar,” kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, di Kejagung, Rabu (8/10/2025).
Meski Nadiem masih dibantarkan di rumah sakit, lanjut Anang, namun penyidikan tetap berjalan.
“Tetap berjalan, kan kita tidak tergantung pada keterangan yang bersangkutan saja, jadi kita sudah memeriksa beberapa orang saksi, sudah banyak saksi diperiksa terkait ini,” ungkapnya.
Baca Juga: KPK Ungkap Ada Pengkondisian Mesin EDC dalam Kasus Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
“Perhitungan kerugian negara juga BPKP sudah memainkan semua, sudah melakukan ekstra cepat,” imbuhnya.
Meski sedang dibantarkan, Anang mengaku jika Nadiem tetap dijaga ketat oleh pihak penyidik.
“Dibantar itu bukan artinya lepas, dijaga, ada 6 orang setidaknya aplusan, 2-2 paling enggak gantian,” jelasnya.
Diketahui bersama, Nadiem Makarim sedang dibantarkan ke rumah sakit lantaran menjalankan operasi wasir alias ambeien.
“Ya, informasi yang bersangkutan memang sakit ya, dilakukan operasi. Dibantarkan di rumah sakit,” kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, kepada wartawan, Senin (29/9/2025).
Anang mengaku, sejauh ini mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) itu telah menjalani operasi di rumah sakit pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM
-
Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran