- Karen Agustiawan mengaku tak tahu keterlibatan anak Riza Chalid dalam sewa tangki BBM Pertamina.
- Keputusan sewa tangki dibuat setelah Karen mundur, kewenangannya telah dicabut oleh direksi Pertamina.
- Jaksa menduga skema sewa tangki Merak rugikan negara hingga Rp285 triliun sejak 2018.
“Terdakwa Muhamad Kerry Adriato Riza dan Gading Ramadhan Joedo menggunakan uang sebesar Rp176.390.287.697,24 yang berasal dari pembayaran sewa Terminal BBM Merak yang antara lain digunakan untuk kegiatan golf di Thailand,” ujar jaksa di ruang sidang.
Dugaan Intervensi
Kasus ini disebut merupakan bagian dari intervensi besar yang dilakukan Riza Chalid dan anaknya untuk memaksa PT Patra Niaga menyewa TBBM Merak melalui perusahaan cangkang PT Orbit Terminal Merak (OTM). Dari skema tersebut, keduanya diduga meraup keuntungan hingga Rp2,9 triliun.
Jaksa memaparkan bahwa Kerry dan Riza Chalid, melalui Gading Ramadhan Joedo, menawarkan kerja sama sewa terminal kepada direksi Pertamina, padahal terminal itu bukan milik mereka, melainkan milik PT Oiltanking Merak (OTM).
Dengan mendesak petinggi Pertamina, mereka memperoleh penunjukan langsung untuk proyek sewa ini—sebuah proses yang disebut jaksa ilegal karena tidak memenuhi kriteria pengadaan barang dan jasa BUMN.
“Terdakwa Muhamad Kerry Adrianto Riza, Mohammad Riza Chalid dan Gading Ramadhan Joedo melalui Irawan Prakoso mendesak Hanung Budya Yuktyanta dan Alfian Nasution dengan meminta Direktur Utama PT Pertamina untuk melakukan penunjukan langsung kepada PT Oiltanking Merak,” ungkap jaksa.
Selain itu, mereka juga diduga menggelembungkan biaya sewa dengan memasukkan seluruh nilai aset terminal ke dalam perhitungan throughput fee, sehingga biaya penyewaan menjadi jauh lebih mahal.
Jaksa menambahkan, mereka bahkan menghapus klausul kepemilikan aset dari kontrak sehingga terminal itu tidak akan pernah menjadi milik Pertamina, meski PT Oiltanking Merak belum terdaftar dalam daftar vendor resmi Pertamina dan belum memenuhi sejumlah syarat pendahuluan.
“Memperkaya terdakwa Muhammad Kerry Andrianto Riza, Gading Ramadhan Joedo dan Muhammad Riza Chalid melalui PT Orbit Terminal Merak (OTM) sebesar Rp2.905.420.003.854,00 dalam kegiatan sewa Terminal BBM Merak,” tegas jaksa.
Baca Juga: Penuhi Stok Terbatas, Eks Dirut Pertamina Sebut Terminal BBM PT OTM jadi Tambahan Energi Nasional
Secara keseluruhan, nilai dugaan korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina periode 2018–2023 mencapai Rp285,95 triliun, meliputi kerugian negara, kerugian perekonomian, dan keuntungan ilegal para pelaku.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Amien Rais Sebut Pengaruh Seskab Teddy Kalahkan Tokoh Senior Dasco dan Sjafrie Sjamsoeddin
-
Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya
-
Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026
-
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib
-
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir
-
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi