-
MKD gelar sidang etik anggota DPR yang berjoget saat Sidang Tahunan MPR.
-
Saksi dari Orkestra Unhan sebut aksi berjoget itu spontan dan tidak direncanakan.
-
Tim orkestra justru merasa senang dan dihargai atas respons positif anggota dewan.
Suara.com - Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD DPR RI menghadirkan Koordinator Orkestra Universitas Pertahanan (Unhan), Letkol TNI Suwarko, sebagai saksi dalam sidang dugaan pelanggaran etik sejumlah anggota dewan. Dalam kesaksiannya, Suwarko menyatakan bahwa aksi berjoget para anggota DPR saat Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI pada 16 Agustus lalu bersifat spontan dan justru membuat timnya merasa dihargai.
Sidang yang dipimpin Ketua MKD Nazaruddin Dek Gam ini bertujuan mendalami peristiwa yang viral di media sosial tersebut.
Suwarko menjelaskan, orkestra Unhan diundang untuk mengisi masa rehat sidang. Mereka membawakan lagu-lagu bernuansa gembira seperti Sajojo dan Gemu Fa Mi Re untuk menyemarakkan suasana menjelang hari kemerdekaan.
"Saat masa rehat sekitar lima menit, kami memainkan lagu medley. Mendengar lagu yang rancak, para peserta sidang secara spontan merespons dengan berjoget," kata Suwarko di ruang sidang MKD, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (3/11/2025).
Ia menegaskan bahwa tidak ada arahan atau rencana sebelumnya terkait aksi tersebut. Respons para anggota dewan, termasuk yang berada di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, dianggap sebagai bentuk apresiasi.
Bagi tim orkestra, respons tersebut menjadi penyemangat dan wujud penghargaan atas persiapan mereka selama sebulan penuh.
"Kami merasa senang dan dihargai karena lagu yang kami tampilkan mendapat respons yang sangat bagus. Bagi kami, itu adalah respons yang positif dan menggembirakan," ujar Suwarko.
MKD DPR RI menggelar sidang ini untuk mendengarkan keterangan dari saksi dan ahli guna menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran etika oleh sejumlah anggota dewan.
Baca Juga: Di Sidang MKD: Ahli Media Sosial Sebut Isu Demo Agustus Sarat Penggiringan Opini
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba