-
KASBI mendesak dilibatkan aktif dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan yang baru.
-
Pengalaman buruk minim partisipasi pada UU Cipta Kerja menjadi alasan utama tuntutan.
-
Mereka juga mengadukan darurat PHK sepihak dan menuntut intervensi anggota DPR.
Suara.com - Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR menjadi forum krusial saat menerima perwakilan massa aksi dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Kamis (6/11/2025).
Dalam audiensi yang dipimpin Ketua BAM DPR Ahmad Heryawan atau Aher, KASBI menyodorkan tuntutan partisipasi publik yang bermakna dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan dan mengadukan darurat pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.
Ketua Umum Konfederasi KASBI, Unang Sunarno bahkan menegaskan bahwa proses legislasi RUU Ketenagakerjaan yang akan datang harus menjadi antitesis dari penyusunan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) yang dinilai cacat partisipasi.
Ia menekankan bahwa serikat buruh tidak hanya ingin didengar, tetapi juga dilibatkan secara aktif sejak awal.
"Kami harap sebenarnya kalau urusan ketenagakerjaan kita bisa serius lagi terutama bagaimana bisa melibatkan kawan-kawan dari serikat buruh," kata Sunarno dalam rapat tersebut.
Lebih dari sekadar tuntutan, Sunarno mengungkapkan bahwa KASBI menyiapkan draf tandingan sebagai masukan substantif untuk RUU tersebut.
Langkah ini diambil berdasarkan preseden buruk yang mereka rasakan sebelumnya.
"Berbagai macam serikat pekerja termasuk kami KSBI ini juga telah membuat tim perumus, jadi untuk menyusun draf RUU Ketenagakerjaan dan tentunya hal ini tidak ingin kami sia-siakan. Kalau kita belajar dari pembentukan dari Undang-undang Cipta Kerja itu memang minim partisipasi," jelasnya.
"Terutama dari serikat buruh maka dalam proses menentukan RUU Ketenagakerjaan yang baru ke depan kami berharap banyak bisa melibatkan dari unsur-unsur serikat buruh di Indonesia," sambungnya.
Baca Juga: Ketua BAM DPR Aher Janji UU Ketenagakerjaan Baru akan Lebih Baik Usai Temui Buruh KASBI
Di luar agenda legislatif, Sunarno juga mengangkat isu mendesak yang terjadi di lapangan, yakni maraknya PHK sepihak dengan berbagai dalih.
Ia mendesak para wakil rakyat untuk tidak hanya fokus pada regulasi makro, tetapi juga melakukan intervensi konkret pada kasus-kasus yang ada.
"Hari ini banyak korban buruh di PHK secara sepihak baik secara massal karena perusahaan rugi, bangkrut atau alasan yang lain misalnya, pailit bahkan pemberangusan serikat buruh yang sampai saat ini masih terjadi," keluhnya.
Ia pun mengajukan sebuah permintaan spesifik kepada para anggota dewan untuk turun langsung ke basis-basis buruh yang menjadi korban PHK, sebagai bentuk tekanan politik kepada perusahaan dan pemerintah daerah.
"Nah harapan kami juga DPR yang lain juga melakukan hal yang sama. Jadi datang juga mungkin ke basis-basis korban PHK selain untuk memberikan motivasi kepada pekerja, juga bagaimana menekan baik di Pemda ataupun perusahaannya untuk menghentikan proses proses PHK yang kami sebut PHK sepihak," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
Terkini
-
Usut Kasus Korupsi Rumah Jabatan, KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar Hari Ini
-
70 Anak Indonesia Terpapar Komunitas Kekerasan TCC, Komisi X DPR: Tentu Ini Jadi Persoalan Serius
-
Sanksi Menanti! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Pelaku Kekerasan Akhirnya Mengaku
-
Jokowi Solid Dukung Prabowo 2 Periode, Gibran Dinilai Lebih Matang untuk Maju Pilpres 2034
-
Pria 55 Tahun di Pasar Minggu Diduga Lecehkan Anak, Polisi Evakuasi dari Amukan Warga
-
Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat
-
Skandal Narkoba Polres Bima: Kasatresnarkoba AKP Malaungi Diperiksa Terkait Jaringan Bripka Karol
-
Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami
-
Dikendalikan Napi Cipinang, Bareskrim Tangkap Aloy Terkait Peredaran Vape Etomidate
-
Menteri PPPA Akui Kelalaian Negara, Kasus Siswa SD NTT Bukti Perlindungan Anak Belum Sempurna!