- Yusril sekaligus menanggapi informasi mengenai dirinya yang akan turut dilantik sebagai anggota Komite Reformasi Polri.
- Ia tidak tahu menahu ihwal siapa saja tokoh yang akan dilantik menjadi anggota Komite Reformasi Polri.
- Akan ada nama Mahfud dalam struktur di Komite Reformasi Polri.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto direncanakan melantik anggota Komite Reformasi Polri, pada Jumat sore ini.
Agenda presiden tersebut dikonfirmasi Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.
Yusril sekaligus menanggapi informasi mengenai dirinya yang akan turut dilantik sebagai anggota Komite Reformasi Polri.
Menjawab pertanyaan tersebut, Yusril mengaku tidak tahu. Yusril sebatas menegaskan bahwa pelantikan Komite Reformasi Polri oleh Prabowo memang sudah diagendakan.
"Saya dilantik atau tidak saya belum tahu. Tapi betul nanti jam 16.00 akan ada pelantikan Komite Reformasi Polri," kata Yusril dikonfirmasi, Jumat (7/11/2025).
Yusril menegaskan ia tidak tahu menahu ihwal siapa saja tokoh yang akan dilantik menjadi anggota Komite Reformasi Polri.
"Tapi siapa saja yang akan dilantik, saya belum tahu. Saya memang diundang hadir ke acara itu, tapi belum tahu apa akan dilantik atau tidak. Nanti didengar saja ketika Kepresnya dibacakan," kata Yusril.
Ada Nana Mahfud MD
Istana memastikan Komite Reformasi Polri tinggal tunggu waktu untuk diumumkan.
Baca Juga: KontraS Ungkap Keuntungan Prabowo Jika Beri Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan nama-nama anggota Komite diumumkan pekan ini.
"Insyaallah Minggu ini lah jadwalnya kalau memungkinkan seluruh anggota bisa hadir, tidak ada halangan," kata Pras di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Pras memastikan tidak ada perubahan di struktur Komite yang terdiri dari sembilan orang, mulai dari ketua hingga anggota. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto disebut telah mengantongi nama-namanya.
"Nggak ada, tidak ada," kata Pras.
Ia kemudian memastikan bahwa ada nama Mahfud dalam struktur di Komite Reformasi Polri.
"Masih," ujarnya.
Berita Terkait
-
Lifter Rizki Juniansyah Diangkat Jadi Letnan Dua TNI usai Juara Dunia 2025
-
Menperin Agus Sumringah: Proyek Raksasa Lotte Rp65 Triliun Bakal Selamatkan Keuangan Negara!
-
Presiden Prabowo Guyur KAI Rp5 T, Menperin Agus: Angin Segar Industri Nasional!
-
Usai dari Cilegon, Prabowo Ratas di Istana Bahas 18 Proyek Hilirisasi Senilai Rp600 Triliun
-
Setahun Prabowo Menjabat, Fedi Nuril Lantang Bersuara: Saya Tidak Senang dan Sudah Menduga
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI