- Roy Suryo secara resmi ditetapkan sebagai salah satu dari delapan tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden Jokowi
- Melalui kuasa hukumnya, Roy Suryo menyatakan akan memenuhi panggilan polisi sebagai warga negara yang baik dan menegaskan tidak ada rasa takut dalam menghadapi proses hukum
- Polda Metro Jaya mengelompokkan delapan tersangka ke dalam dua klaster, di mana Roy Suryo (RS) berada di klaster kedua bersama RHS dan TT
Suara.com - Kasus tudingan ijazah palsu yang menyasar Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasuki babak baru yang lebih serius. Pakar telematika sekaligus mantan Menpora, Roy Suryo, bersama tujuh orang lainnya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Menanggapi status hukum barunya, Roy Suryo menegaskan sikapnya untuk kooperatif dan siap menghadapi pemeriksaan perdana.
Sikap tersebut disampaikan langsung oleh kuasa hukumnya, Ahmad Khozinudin, yang mengonfirmasi telah menerima surat panggilan pemeriksaan dari kepolisian. Alih-alih menghindar, pihak Roy Suryo justru menyatakan akan menghadapi proses hukum tanpa gentar.
“Terkait pemanggilan, kita akan memenuhi panggilan itu sebagai warga negara yang baik,” kata Ahmad Khozinudin saat dikonfirmasi pada Senin (10/11/2025).
Khozinudin menambahkan bahwa penetapan status tersangka dan pemanggilan ini dianggap sebagai bagian dari prosedur hukum yang wajar. Ia menegaskan tidak ada kekhawatiran sedikit pun dari pihaknya untuk menjalani proses yang sedang berjalan di kepolisian.
“Kita mau tunjukkan pada publik tidak ada rasa takut sedikit pun terkait status hukum dan pemanggilan dari penyidik. Ini adalah proses prosedur hukum biasa,” tegasnya.
Meski demikian, langkah hukum lanjutan seperti gugatan praperadilan masih dalam tahap pertimbangan. Pihak Roy Suryo belum memutuskan apakah akan menempuh jalur tersebut, karena akan dikaji lebih dalam urgensi dan kepentingannya bagi klien.
“Untuk praperadilan, kami tidak atau belum mempertimbangkan untuk mengambil langkah itu karena praperadilan memang hak hukum, bukan kewajiban hukum, sehingga untuk menempuh atau tidaknya nanti kami pertimbangkan dengan kepentingan bagi klien kami, apakah perlu dan urgensi,” jelas Khozinudin.
Penetapan delapan tersangka ini sebelumnya telah diumumkan secara resmi oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri. Dalam konferensi pers pada Jumat (7/11/2025), Asep menyatakan bahwa penyidik telah mengantongi alat bukti yang cukup untuk menaikkan status mereka dari saksi menjadi tersangka.
Baca Juga: IPW: Penetapan Tersangka Roy Suryo Cs Sesuai SOP
"Polda Metro Jaya telah menetapkan 8 tersangka dalam pencemaran nama baik, fitnah, dan manipulasi data elektronik yang dilaporkan Bapak Insinyur Joko Widodo," kata Asep Edi di hadapan media.
Lebih lanjut, Kapolda membagi delapan tersangka ini ke dalam dua klaster berbeda. Roy Suryo (RS) masuk dalam klaster kedua bersama dua tersangka lainnya.
"Untuk klaster kedua, ada tiga orang yang kami tetapkan sebagai tersangka antara lain atas nama RS, RHS, dan TT," ujar Asep, merinci inisial para tersangka. Sementara itu, klaster pertama diisi oleh tersangka berinisial ES, KTR, MRF, RE, dan DHL.
Berita Terkait
-
IPW: Penetapan Tersangka Roy Suryo Cs Sesuai SOP
-
3 Fakta Ancaman Penjara Roy Suryo: Pasal Berlapis Gegara Kasus Ijazah Jokowi
-
Polda Metro Jaya Bagi Dua Klaster Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Roy Suryo di Klaster 2
-
Roy Suryo Cs Jadi Tersangka Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Polda Ungkap Alasan Prosesnya Lama!
-
Sita 723 Bukti Termasuk Ijazah Jokowi, Kapolda Metro Sebut Analisis Roy Suryo dkk Menyesatkan Publik
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris
-
Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!
-
Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat
-
AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono
-
Percakapan Singkat Seusai Maghrib Jadi Kenangan Terakhir Ayah Praka Farizal Sebelum Putranya Gugur
-
H-1 MBG Kembali Beroperasi, Relawan SPPG Jakbar Gas Pol Bersihkan Dapur
-
Polisi Panggil Aiman soal Tudingan Ijazah Palsu Jokowi: Bukan Soal Pribadi Tapi Program Tayangan
-
Duka Mendalam atas Gugurnya Personel TNI, Menlu Sugiono Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon
-
Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kematian, Negara Miskin Paling Terdampak
-
Sebut Ada Hambatan Politis, Kuasa Hukum Andrie Yunus Desak Pembentukan Tim Pencari Fakta Independen