- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan SMAN 72 Jakarta kembali melakukan pembelajaran tatap muka setelah proses penyelidikan ledakan dinyatakan selesai.
- Ia menegaskan keputusan sistem belajar kini sepenuhnya berada di tangan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan.
- Pemerintah menilai kondisi sudah aman sehingga kegiatan belajar dapat berjalan normal tanpa mengganggu proses hukum yang masih berjalan.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan SMAN 72 Jakarta kembali menggelar pembelajaran tatap muka usai insiden ledakan di lingkungan sekolah tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai sistem belajar kini sepenuhnya berada di tangan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Pramono menjelaskan, Pemprov DKI sebelumnya meminta kegiatan belajar dilakukan secara daring untuk menjaga ketenangan siswa dan guru. Namun, setelah proses penyelidikan kepolisian rampung, ia menilai pembelajaran langsung sudah dapat kembali dilaksanakan.
“Kami sudah memberikan kebebasan kepada Kepala Dinas Pendidikan. Kemarin saya minta untuk daring, tetapi sebagian murid justru ingin tetap belajar secara langsung,” kata Pramono di Jakarta, Senin (11/11/2025).
Menurut dia, kondisi sekolah saat ini telah dinyatakan aman. Seluruh data dan hasil investigasi sudah diambil pihak kepolisian, sehingga kegiatan belajar-mengajar dapat berjalan normal tanpa mengganggu proses hukum yang masih berlangsung.
“Karena semuanya sudah diambil Polri, hal yang berkaitan dengan peristiwa sudah ditangani. Proses belajar-mengajar apabila dilakukan secara langsung sebenarnya sudah bisa,” ujarnya.
Pramono menambahkan, kebijakan pembelajaran di SMAN 72 tidak bersifat seragam. Pemprov memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk menyesuaikan keputusan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing.
“Kami memberikan kebebasan sepenuhnya kepada sekolah,” tegasnya.
Sebelumnya, SMAN 72 sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh pascaledakan yang menimbulkan kepanikan dan mengganggu proses belajar. Puluhan orang bahkan dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka. Kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan sejumlah barang bukti.
Baca Juga: Atasi Keluhan Pengemudi Ugal-ugalan, Gubernur Pramono Setujui Pelatihan 1.000 Sopir Baru Mikrotrans
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi