-
Pergantian Kepala BRIN dinilai analis lebih karena faktor kapasitas, bukan dominasi alasan politik.
-
Kepemimpinan sebelumnya dianggap tidak memiliki kebijakan yang signifikan untuk mendukung kemajuan riset nasional.
-
Kepala BRIN baru, Arif Satria, memiliki rekam jejak prestasi menonjol saat memimpin IPB.
Suara.com - Perombakan pucuk pimpinan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendapatkan sorotan dari para analis politik.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai bahwa pergantian dari Laksana Tri Handoko kepada Arif Satria lebih didasarkan pada evaluasi kapasitas kepemimpinan ketimbang manuver politik.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Arif Satria sebagai Kepala BRIN di Istana Negara, menggantikan Laksana Tri Handoko yang telah menjabat sejak peleburan berbagai lembaga riset.
Menurut Dedi, terdapat dua alasan fundamental yang melatarbelakangi keputusan ini. Pertama, ia menyoroti rekam jejak Laksana Tri Handoko yang dianggap tidak menunjukkan kebijakan terobosan yang signifikan untuk mendukung ekosistem riset nasional.
"Dua hal menjadi alasan yang layak dimaklumi, Handoko sepanjang memimpin badan riset nasional, sejak aktif di LIPI hingga BRIN, tidak miliki kebijakan yang mendukung kemajuan riset nasional," ujar Dedi saat dihubungi Suara.com, Selasa (11/11/2025).
Meskipun spekulasi politis kerap mewarnai setiap pergantian pejabat publik, Dedi menegaskan bahwa faktor tersebut tidak menjadi pendorong utama dalam konteks BRIN.
Ia menilai BRIN sebagai lembaga teknokratis yang memiliki dampak politik terbatas.
"Sisi lain tentu ada faktor politis, tetapi faktor politis tidak dominan dalam hal ini, karena BRIN bukan lembaga politis yang punya impact pada kegiatan politik," tambahnya.
Alasan kedua, menurut Dedi, adalah profil dan rekam jejak Arif Satria yang dianggap sangat menjanjikan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik Arif Satria dan Amarulla Octavian Pimpin BRIN
Selama menjabat sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif dinilai berhasil membawa institusi tersebut meraih berbagai pencapaian prestisius.
"Sementara alasan kedua, Arif Satria miliki potensi yang baik, IPB alami lonjakan prestasi sepanjang ia memimpin," kata Dedi.
Dedi mengakui adanya kedekatan personal antara Arif Satria dengan beberapa tokoh politik.
Namun, ia kembali menekankan bahwa kompetensi dan kapasitas tetap menjadi pertimbangan utama di balik penunjukan ini.
"Dan, Arif juga dekat secara personal dengan politisi, artinya alasan politik nyaris minim dalam urusan pergantian pimpinan BRIN, terlihat hanya soal kapasitas," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Arif Satria sebagai Kepala BRIN menggantikan Laksana Tri Handoko.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Senin sore (10/11/2025), menandai transisi kepemimpinan strategis di tubuh BRIN.
Arif Satria, yang sebelumnya dikenal luas sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University, kini mengemban tugas berat untuk mengarahkan kebijakan riset dan inovasi nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata di Rumah Jampidsus: Bukan Terkait Penyidikan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN
-
Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa
-
Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul