- Kasus ini menjadi pengingat tragis bahwa pelaku kejahatan paling keji sekalipun bisa datang dari lingkaran orang terdekat yang pernah diberi kepercayaan
- Keberhasilan tim gabungan kepolisian menangkap pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam menunjukkan efektivitas dan keseriusan dalam menangani kasus kriminal yang meresahkan masyarakat
- Cara pelaku menyembunyikan jasad korban di dalam septic tank menunjukkan tingkat kebrutalan dan upaya sadis untuk menghilangkan jejak kejahatannya
Suara.com - Kasus perampokan yang berujung pada pembunuhan sadis terhadap AGT, istri seorang pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manokwari, menyisakan duka mendalam dan kengerian. Penangkapan pelaku, YH, oleh tim gabungan kepolisian berhasil menguak tabir kejahatan yang ternyata didalangi oleh orang yang dikenal korban.
Berikut adalah rangkuman fakta-fakta kunci dari kasus yang menggemparkan Manokwari ini:
1. Pelaku Adalah Orang Dekat Korban
Fakta paling mengejutkan dari kasus ini adalah identitas pelaku, YH, yang ternyata merupakan orang dekat. Kapolresta Manokwari, Kombes Pol Ongky Isgunawan, mengonfirmasi bahwa pelaku memiliki hubungan masa lalu dengan korban.
Berdasarkan informasi awal, kata Ongky, pelaku pernah bekerja di rumah korban beberapa waktu lalu. Hal ini mengindikasikan pelaku mengetahui seluk-beluk kondisi rumah dan kebiasaan korban, yang memudahkannya melancarkan aksi keji tersebut.
2. Ditangkap Super Cepat, Kurang dari 24 Jam
Apresiasi patut diberikan kepada tim gabungan Polda Papua Barat dan Polresta Manokwari. Bergerak cepat setelah menerima laporan pada Senin (10/11) pukul 18.00 WIT, mereka berhasil meringkus pelaku YH dalam waktu kurang dari 24 jam. Kecepatan ini mematahkan kemungkinan pelaku untuk melarikan diri lebih jauh.
"Ini merupakan hasil kerja cepat tim gabungan dalam menindaklanjuti laporan tindak pidana tersebut. Saya ucapkan turut berduka cita," kata Ongky sebagaimana diwartakan Antara, Selasa (11/11/2025).
3. Jasad Ditemukan di Septic Tank Rumah Kosong
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Istri Pegawai Pajak Manokwari Ternyata Orang Dekat, Jasad Dibuang ke Septic Tank
Cara pelaku menghilangkan jejak korban sungguh di luar batas kemanusiaan. Jasad AGT ditemukan tersembunyi di dalam septic tank sebuah rumah kosong yang lokasinya tidak jauh, hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah kontrakan korban. Penemuan ini baru terjadi setelah pelaku YH berhasil ditangkap dan diinterogasi oleh pihak kepolisian.
"Jenazah kami evakuasi ke RSUD Manokwari untuk proses visum," ucap Kapolresta.
4. Berawal dari Laporan Perampokan dan Penculikan
Kasus ini awalnya dilaporkan sebagai tindak pidana perampokan yang disertai penculikan. Peristiwa nahas itu diduga terjadi pada Senin siang sekitar pukul 12.30 WIT.
Saat itu, suami korban sedang tidak berada di rumah karena bekerja di kantornya di daerah Arfai, Manokwari. Pelaku diduga memanfaatkan situasi sepi tersebut untuk melancarkan aksinya.
5. Motif Masih Terus Didalami Polisi
Meskipun pelaku telah ditangkap, motif utama di balik pembunuhan sadis ini masih menjadi misteri yang coba dipecahkan oleh penyidik. Hubungan pelaku sebagai mantan pekerja di rumah korban membuka berbagai kemungkinan motif, mulai dari dendam, sakit hati, hingga murni perampokan yang berujung pembunuhan karena aksinya diketahui korban.
"Informasi lebih rinci akan kami sampaikan kemudian," ujar Ongky.
Berita Terkait
-
Pelaku Pembunuhan Istri Pegawai Pajak Manokwari Ternyata Orang Dekat, Jasad Dibuang ke Septic Tank
-
Detik-detik Istri Pegawai Pajak Manokwari Ditemukan di Septic Tank, Anjing Pelacak Sempat Gagal
-
Istri Pegawai Pajak Manokwari yang Diculik Ditemukan Tewas di Septic Tank, Pelaku Ditangkap!
-
Terungkap! Kronologi Perampokan dan Penculikan Istri Pegawai Pajak, Pelaku Pakai HP Korban
-
Geger di Manokwari! Istri Pegawai Pajak Diculik, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak Buru Pelaku
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Kemensos Mulai Salurkan Santunan Korban Banjir Sumatra ke Ahli Waris, Segini Nominalnya
-
Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
-
Tercemar Pestisida, Kapolres Tangerang Kota Larang Warga Konsumsi Ikan Mati di Sungai Cisadane
-
2 Pilot Pesawat Smart Air Tewas Usai Diserang OTK di Papua, Polisi Buru Pelaku
-
Tuntutan Guru Madrasah, Wakil Ketua DPR: Prosesnya Tak Seperti Makan Cabai, Langsung Pedas
-
Sebut Trenggono Menteri Sahabat, Purbaya Jawab Soal Mandeknya Order Kapal dari Inggris
-
Dua Pilot Tewas, Polisi Terobos Medan Ekstrem Usai Pesawat Smart Air Ditembaki di Boven Digoel
-
5 Tuntutan Guru Madrasah ke DPR: Hapus Diskriminasi P3K Hingga Gaji Wajib Cair Tanggal 1
-
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Jabodetabek Hari Ini, Siap-Siap Hujan Lebat dan Angin Kencang!
-
Prabowo Panggil Menteri Airlangga Hingga Purbaya ke Istana, Ada Apa?