-
Ketua MPR Ahmad Muzani meminta waktu bertemu Presiden Prabowo untuk membahas draf PPHN (GBHN).
-
Agenda utamanya adalah menentukan bentuk hukum PPHN, antara Ketetapan MPR atau undang-undang.
-
Draf PPHN telah rampung dan kini MPR membuka partisipasi publik untuk memberi masukan.
Suara.com - Wacana menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dalam format baru bernama Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) kini memasuki babak krusial.
Ketua MPR, Ahmad Muzani mengonfirmasi bahwa pihaknya akan segera menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Prabowo Subianto untuk menentukan nasib akhir dari cetak biru arah pembangunan bangsa tersebut.
Muzani menyatakan bahwa proses audiensi dengan kepala negara sedang diupayakan, menandakan eskalasi pembahasan dari ranah parlemen ke tingkat eksekutif tertinggi.
"Ya kita sedang minta waktu untuk ketemu dengan presiden untuk berdiskusi persoalan itu," kata Muzani di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/11/2025).
Agenda utama pertemuan ini adalah untuk mendiskusikan draf PPHN yang telah rampung disusun oleh internal MPR.
Namun, poin paling kritis yang akan dibahas adalah penentuan landasan hukum yang akan memayungi PPHN, sebuah pilihan yang akan berdampak signifikan pada kekuatan mengikatnya, apakah melalui Ketetapan (TAP) MPR atau produk Undang-Undang (UU).
"Nah ini yang mau kita diskusikan, apakah TAP MPR atau UU atau apa," kata Muzani, mengindikasikan bahwa opsi bentuk hukum masih sangat terbuka.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman resmi yang disampaikan Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI pada 15 Agustus 2025 lalu.
Di hadapan Presiden Prabowo saat itu, Muzani secara terbuka menyatakan bahwa proses perumusan awal PPHN telah selesai.
Baca Juga: Ketua MPR Ahmad Muzani Umumkan Draf PPHN Rampung, Kini Giliran Rakyat Mengkritisi
"Badan Pengkajian MPR dan didukung Komisi Kajian Ketatanegaraan telah menyelesaikan rumusan Pokok-Pokok Haluan Negara atau PPHN," kata Muzani dalam pidatonya.
Setelah melalui pembahasan internal yang melibatkan seluruh fraksi dan kelompok DPD di MPR, draf tersebut kini memasuki fase sosialisasi dan penyerapan aspirasi publik.
Muzani secara eksplisit mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan masukan konstruktif.
"Terkait dengan hal tersebut, kami mengajak segenap lembaga-lembaga negara, akademisi, tokoh masyarakat, ormas, dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menyampaikan pandangan dan pendapat untuk memberikan masukan terkait konsep PPHN tersebut," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online!
-
WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir
-
Komplotan Penipu Kuras ATM dan Perhiasan Lansia di Hotel Harris Kelapa Gading, 20 Kartu ATM Disita
-
Lepas 1.105 Peserta, Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda
-
Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta
-
Narapidana Kuliah dari Balik Jeruji, Hak Pendidikan atau Privilege?
-
Sempat Lumpuh Total, Jalur Stasiun Pasar Senen Akhirnya Pulih Usai 2 Kereta Tergelincir Berbarengan
-
KPK Dalami Dugaan Aliran Duit dari Wakil Ketua PN Depok
-
Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Tak Hanya Fokus Pendidikan, Orang Tua Siswa Diberdayakan
-
Ini Sudah Jadi Teror! DPR Dukung Aparat Tembak Begal di Tempat