-
Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2025 menegaskan posisi Danau Ranau sebagai destinasi wisata unggulan Sumatera Selatan.
-
Gubernur Herman Deru menyerukan pentingnya menjaga kelestarian alam untuk masa depan pariwisata.
-
Acara berlangsung lancar tanpa hambatan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Suara.com - Keberhasilan Sriwijaya Ranau Gran Fondo (SRGF) 2025 kembali menegaskan bahwa Danau Ranau bukan sekadar lokasi penyelenggaraan ajang internasional, tetapi juga etalase terbesar potensi wisata Sumatera Selatan.
Di tengah riuh para peserta dan meriahnya rangkaian acara, Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru menekankan bahwa kesuksesan ini harus menjadi pengingat bahawa alam yang terjaga dan masyarakat yang produktif adalah fondasi utama masa depan pariwisata.
Saat menutup SRGF 2025, Herman Deru menyampaikan rasa syukurnya. Acara berlangsung lancar tanpa hambatan berarti, dan setiap pihak, mulai dari panitia hingga masyarakat yang memberikan peran yang membuat gelaran tahun ini terasa spesial.
“Kita bersyukur karena event spektakuler ini berjalan dengan lancar. Selain menghasilkan prestasi, kegiatan ini juga mempererat hubungan masyarakat dan menjadi ajang promosi wisata yang efektif,” ujarnya dalam Closing Ceremony di Icon Danau Ranau, Sabtu (15/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan SRGF 2025 dengan jumlah peserta mencapai 1.863 pesepeda merupakan hasil sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, pelaku UMKM, hingga aparat keamanan. Kolaborasi ini menciptakan suasana aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Gubernur Deru secara khusus mengapresiasi warga OKU Selatan yang dinilainya sangat ramah dan antusias menyambut para tamu. Pelayanan dari pelaku usaha penginapan dan perhotelan juga mendapatkan pujian darinya.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha yang memberikan kenyamanan bagi para peserta. Ini menjadi modal penting untuk penyelenggaraan event yang lebih besar di masa mendatang,” jelasnya.
Herman Deru juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian Danau Ranau sebagai aset alam yang tidak ternilai. Menurutnya, kawasan ini harus dikelola secara bijaksana agar tetap menjadi kebanggaan masyarakat Sumsel dan tujuan wisata favorit.
Ia juga mendorong para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk lokal. SRGF, katanya, bukan hanya sekedar event olahraga, tetapi peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga: Gubernur Herman Deru Buka Rakor Forkopimda Se-Sumsel
“Kalau bukan kita yang menjaga dan memanfaatkan potensi ini, siapa lagi? Mari kita jaga keindahannya, tingkatkan kreativitas, dan terus dorong pertumbuhan ekonomi,” tegas Gubernur.
Penutupan SRGF 2025 berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan penonton yang memadati kawasan event. Selain berbagai penampilan hiburan, momen yang paling ditunggu adalah pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Pada kategori Men Elite, Gubernur Herman Deru menyerahkan hadiah utama berupa satu unit mobil kepada juara pertama. Suasana tepuk tangan meriah mengiringi prosesi tersebut.
Dengan berakhirnya SRGF 2025, masyarakat berharap kegiatan ini dapat kembali digelar dengan lebih besar dan inovatif. Pemerintah Provinsi Sumsel memastikan akan mendukung sepenuhnya pengembangan wisata Danau Ranau sebagai ikon sport tourism di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Gubernur Herman Deru Buka Rakor Forkopimda Se-Sumsel
-
Gercep Antisipasi Arus Mudik Lebaran, Herman Deru Cek Jalur Tol Alternatif Palembang-Betung
-
Kekayaan Gubernur Herman Deru di LHKPN, Minta CPNS Tiru Semangat Leluhur Usir Penjajah Pakai Bambu Runcing
-
Siap Mengikuti Retreat, Gubernur Sumsel Herman Deru: Ambil Manfaatnya, Bagimana Kebersamaan Membangun Bangsa
-
Dilantik Prabowo di Istana, Ini Fokus Gubernur Sumsel Herman Deru di 100 Hari Pertama Kerja
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan
-
Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu
-
ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan
-
Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus
-
Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026
-
Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!
-
Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api
-
Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh
-
Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis
-
Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!