- Siswa SMPN di Tangerang Selatan, MH (13), meninggal dunia setelah dirawat intensif, yang diduga kuat akibat kekerasan fisik fatal berupa pukulan kursi besi di kepala oleh temannya
- Korban diduga telah mengalami serangkaian perundungan, mulai dari kekerasan fisik ringan hingga berat, yang terjadi sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
- Meskipun sempat dimediasi oleh pihak sekolah dan dinas pendidikan, kasus ini kini ditangani oleh pihak kepolisian untuk mengusut tuntas unsur pidana di balik kematian korban
Namun, janji tersebut tak ditepati. Ketika kondisi MH semakin parah dan membutuhkan perawatan intensif di High Care Unit (HCU), pihak terduga pelaku justru mengelak dari tanggung jawab.
"Keluarga kami disuruh cari pinjeman uang ke orang-orang terdekat gitu," tuturnya pilu.
Langkah Pemerintah dan Aparat
Kasus ini telah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tangsel, Deden Deni, menyatakan pihaknya telah turun tangan sejak awal kasus dilaporkan.
"Ini sudah ada tindak lanjut, sudah ada penyelesaian dengan pertemuan dua orangtua. Sudah bisa saling memahami, kejadian tanggal 20 oktober sudah ada mediasi," kata Deden Senin (10/11/2025).
Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) juga diklaim sudah melakukan penanganan.
Namun, kasus ini kini telah masuk ke ranah hukum. Pihak kepolisian tengah mengusut tuntas penyebab kematian MH untuk memastikan adanya unsur pidana dalam peristiwa tragis yang menimpa siswa malang tersebut.
Berita Terkait
-
Kasus SMPN 19 Tangsel Jadi Pengingat Keras: Bullying Nggak Pernah Sepele
-
Ada Siswa Dibully hingga Meninggal, Kepala Sekolah SMPN 19 Tangsel Didesak Mengundurkan Diri
-
Geger Siswa SMPN 19 Tangsel Tewas Diduga Dibully, Mendikdasmen: Saya Akan Dalami Kasus Ini!
-
Sepekan Lebih Kritis, Siswa SMP Korban Bullying di Tangsel Meninggal Usai Dipukul Kursi
-
Membekali Murid Menjadi Saksi Aktif untuk Mencegah Perundungan di Sekolah
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi
-
Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena
-
Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor
-
Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh
-
Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena
-
Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan
-
Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief