- Hakim MK Arsul Sani memutuskan untuk tidak melaporkan balik pihak yang menuduhnya memiliki ijazah palsu, dengan alasan tunduk pada putusan MK yang melarang lembaga negara melaporkan kasus pencemaran nama baik
- Arsul Sani secara terbuka membantah tuduhan dengan menunjukkan bukti fisik berupa ijazah doktoral asli dari universitas di Polandia, transkrip nilai, serta dokumentasi wisuda yang telah dilegalisasi
- Meskipun ada dugaan motif politik, Arsul Sani menolak untuk berprasangka buruk dan tidak mau mengaitkan laporan terhadapnya dengan upaya pelengseran dari jabatannya sebagai hakim konstitusi
Suara.com - Hakim Konstitusi Arsul Sani memilih untuk tidak mengambil langkah hukum terhadap pihak yang menuduhnya memiliki ijazah doktoral palsu. Di tengah polemik yang menyeret namanya, Arsul menegaskan tidak akan melaporkan balik para penuduhnya ke polisi.
Sikap ini diambil bukan tanpa alasan. Arsul menjelaskan bahwa sebagai bagian dari lembaga negara, Mahkamah Konstitusi (MK) terikat oleh putusannya sendiri yang melarang institusi negara melaporkan individu atas delik pencemaran nama baik.
“Enggak, saya enggak, kalau MK kan enggak bisa. MK sudah memutuskan sendiri bahwa lembaga negara itu kan tidak boleh melaporkan pencemaran nama baik,” tegas Arsul dalam konferensi pers di Gedung MK, Jakarta, dilansir Antara, Senin (17/11/2025).
Menurutnya, melanggar putusan yang dibuat oleh lembaga tempatnya bernaung adalah tindakan yang tidak patut. Ia menunjukkan komitmennya untuk taat pada aturan hukum yang ada, meskipun dirinya menjadi korban tuduhan serius.
“Itu sudah diputuskan sendiri oleh MK, masa kemudian karena itu MK-nya akan melanggar sendiri apa yang diputuskan. Saya kira enggak, saya pun bagian dari MK, jadi tidak patut untuk melakukan itu,” ucapnya.
Sebelumnya, pada Jumat (15/11), Arsul Sani dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi atas dugaan penggunaan ijazah doktoral palsu.
Bantahan Tegas dengan Bukti Otentik
Menjawab tudingan miring tersebut, Arsul Sani tidak hanya berbicara, tetapi juga menunjukkan bukti-bukti fisik yang kuat.
Dalam konferensi pers, ia secara terbuka memperlihatkan dokumen ijazah doktoral asli yang ia raih dari Collegium Humanum Warsaw Management University di Warsawa, Polandia.
Baca Juga: Kasus Tudingan Ijazah Palsu Arsul Sani Masuk Babak Baru, Kini Ada Aduan Masuk ke MKD DPR RI
Arsul memaparkan perjalanan akademisnya yang dimulai pada 2011 di Glasgow Caledonian University, Inggris. Namun, studinya di sana terpaksa terhenti karena kesibukannya sebagai anggota DPR RI.
Ia kemudian melanjutkan program doktoralnya di Warsawa pada Agustus 2020 dan berhasil lulus pada Juni 2022 setelah mempertahankan disertasinya.
Prosesi wisudanya sendiri baru dilaksanakan pada Maret 2023 di Warsawa, di mana ia menerima ijazahnya secara langsung.
Untuk memperkuat bantahannya, Arsul tidak hanya menunjukkan ijazah. Ia juga menyajikan salinan ijazah yang telah dilegalisasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Warsawa, transkrip nilai, hingga dokumentasi foto saat wisuda yang turut dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Polandia saat itu.
Saat disinggung mengenai kemungkinan adanya motif politis di balik laporan ini, Arsul enggan berspekulasi.
Ia menyatakan tidak ingin berprasangka buruk bahwa laporan ini adalah upaya untuk menyingkirkannya dari kursi hakim konstitusi, sebuah skenario yang pernah menimpa hakim Aswanto pada 2022.
"Saya tidak boleh suuzan ya bahwa ini dari skenario 'meng-Aswanto-kan' Pak Arsul Sani, saya tidak boleh suuzan seperti itu," ucapnya.
Berita Terkait
-
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Arsul Sani Masuk Babak Baru, Kini Ada Aduan Masuk ke MKD DPR RI
-
'Nanti Diedit-edit!' Arsul Sani Pamer Ijazah S3 Asli, Tapi Takut Difoto Wartawan
-
Dituduh Pakai Ijazah Palsu, Hakim MK Arsul Sani Buka Suara: Nanti Diedit-edit, Saya Pusing
-
Dituduh Palsu, Hakim MK Arsul Sani Pamerkan Ijazah Berikut Transkrip Nilainya: Ini yang Asli!
-
Geger Ijazah Arsul Sani, Komisi III DPR Merasa Jadi Kambing Hitam: Kami Tak Punya Kemampuan Forensik
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto
-
Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT
-
Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'
-
Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri
-
Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu