- Hakim Konstitusi Arsul Sani secara terbuka membantah tuduhan ijazah palsu dengan menunjukkan dokumen S-3 aslinya dari sebuah universitas di Warsawa, Polandia
- Arsul Sani secara spesifik melarang wartawan memotret ijazah aslinya dengan alasan khawatir fotonya akan diubah atau diedit oleh pihak yang tidak bertanggung jawab
- Seluruh dokumen terkait pendidikannya, termasuk kronologi transfer studi dari Inggris ke Polandia, telah diserahkan dan diverifikasi saat proses seleksi hakim konstitusi di DPR
Suara.com - Menjawab tudingan miring soal keabsahan gelar akademiknya, Hakim Konstitusi Arsul Sani akhirnya angkat bicara.
Dalam konferensi pers yang digelar di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (17/11/2025), Arsul secara terbuka membantah laporan dugaan ijazah palsu yang dilayangkan Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi ke Bareskrim Polri.
Puncak dari klarifikasi tersebut adalah momen saat Arsul mengeluarkan dokumen asli ijazah doktoral (S-3) miliknya.
Namun, ada satu permintaan tak biasa yang ia ajukan kepada para jurnalis yang hadir, dilarang memotret dokumen krusial tersebut.
Lantas, apa yang membuatnya khawatir? Sambil tersenyum, Arsul mengungkapkan alasannya.
"Nanti di-zoom (diperbesar), nanti diedit-edit, kan saya pusing," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Meski melarang pemotretan, Arsul tetap berupaya membuktikan keaslian ijazahnya. Ia dengan sigap mengeluarkan dokumen tersebut dari sebuah tabung penyimpanan dan menunjukkannya kepada awak media.
"Saya harus cepat, tapi ijazah asli ini," ucap Arsul sembari memperlihatkan ijazah yang mengukuhkan dirinya sebagai Doktor Hukum (Doctor of Laws atau LL.D) dari Collegium Humanum Warsaw Management Univeristy di Warsawa, Polandia.
Tak hanya berhenti di situ, Arsul juga membeberkan serangkaian bukti pendukung lainnya.
Baca Juga: Dituduh Pakai Ijazah Palsu, Hakim MK Arsul Sani Buka Suara: Nanti Diedit-edit, Saya Pusing
Ia memperlihatkan salinan ijazah yang telah dilegalisasi secara resmi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Warsawa, transkrip nilai selama masa studi, hingga dokumentasi foto saat prosesi wisuda di Polandia yang turut dihadiri oleh Duta Besar Indonesia.
Kronologi Studi Hingga Raih Gelar Doktor
Dalam penjelasannya, Arsul memaparkan perjalanan panjang studinya. Ia mengaku menyelesaikan program S-3 pada Juni 2022 setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul, "Re-examining the considerations of national security interests and human rights protection in counter-terrorism legal policy: a case study on Indonesia with focus on post Bali-bombings development".
Prosesi wisuda dan penyerahan ijazah secara fisik baru ia jalani pada Maret 2023 di Warsawa.
"Tentu kemudian setelah selesai wisuda karena saya dalam dua–tiga hari itu mau balik ke Indonesia maka ijazah itu saya copy, malah dibantu copy oleh KBRI dan kemudian saya legalisasi," imbuhnya.
Perjalanan akademiknya dimulai pada 2011 di Glasgow Caledonian University, Inggris. Namun, kesibukannya sebagai anggota DPR RI periode 2014–2019 membuatnya tidak dapat menyelesaikan studi di sana.
Berita Terkait
-
Dituduh Pakai Ijazah Palsu, Hakim MK Arsul Sani Buka Suara: Nanti Diedit-edit, Saya Pusing
-
Dituduh Palsu, Hakim MK Arsul Sani Pamerkan Ijazah Berikut Transkrip Nilainya: Ini yang Asli!
-
Geger Ijazah Arsul Sani, Komisi III DPR Merasa Jadi Kambing Hitam: Kami Tak Punya Kemampuan Forensik
-
Rekam Jejak Arsul Sani: Hakim MK yang Dilaporkan karena Ijazah Doktor Palsu, Ini Profil Lengkapnya
-
Geger Tudingan Ijazah Palsu Hakim MK Arsul Sani, Kampus di Polandia Diselidiki Otoritas Antikorupsi
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan