- Hakim Konstitusi Arsul Sani secara langsung membantah tuduhan ijazah palsu dengan menunjukkan dokumen ijazah S-3 asli dari universitas di Polandia dalam sebuah konferensi pers
- Selain ijazah asli, Arsul Sani juga melengkapinya dengan bukti pendukung kuat seperti salinan terlegalisir KBRI, transkrip nilai, dan dokumentasi wisuda untuk membuktikan keabsahan pendidikannya
- Arsul Sani menyatakan bahwa seluruh rekam jejak dan dokumen pendidikannya telah diserahkan dan diverifikasi saat proses seleksi hakim konstitusi di DPR, yang mengindikasikan bahwa kualifikasinya telah diuji sebelumnya
Suara.com - Menjawab tudingan serius yang menyeret namanya ke ranah hukum, Hakim Konstitusi Arsul Sani mengambil langkah cepat dan tegas. Tak butuh waktu lama setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan ijazah palsu, Arsul Sani langsung menggelar konferensi pers dan membeberkan bukti-bukti otentik pendidikannya.
Di hadapan awak media di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin, Arsul Sani membantah telak tuduhan yang dilayangkan oleh Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi.
Ia menjelaskan bahwa gelar Doktor Hukum (Doctor of Laws atau LL.D) yang ia sandang, diperoleh secara sah dari Collegium Humanum Warsaw Management University di Warsawa, Polandia.
Puncak dari klarifikasi tersebut adalah saat Arsul mengeluarkan dokumen asli ijazahnya dari sebuah tabung pelindung dan menunjukkannya kepada publik.
"Saya harus cepat, tapi ijazah asli ini," ucap Arsul sembari memperlihatkan ijazah aslinya.
Meski begitu, ia mengajukan permintaan khusus kepada para jurnalis. Dengan nada waspada, Arsul meminta agar ijazah tersebut tidak difoto dari jarak dekat untuk menghindari potensi penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Nanti di-zoom (diperbesar), nanti diedit-edit, kan saya pusing," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Tak hanya berhenti pada ijazah asli, Arsul Sani juga membentangkan serangkaian bukti pendukung yang solid.
Ia menunjukkan salinan ijazah yang telah dilegalisasi secara resmi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Warsawa, transkrip nilai lengkap, hingga dokumentasi foto saat prosesi wisudanya di Polandia yang turut dihadiri oleh Duta Besar Indonesia.
Baca Juga: Geger Ijazah Arsul Sani, Komisi III DPR Merasa Jadi Kambing Hitam: Kami Tak Punya Kemampuan Forensik
Kronologi Studi yang Penuh Lika-Liku
Dalam kesempatan tersebut, Arsul memaparkan perjalanan akademiknya secara transparan.
Ia menyelesaikan studi S-3 pada Juni 2022 setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Re-examining the considerations of national security interests and human rights protection in counter-terrorism legal policy: a case study on Indonesia with focus on post Bali-bombings development".
Prosesi wisuda dan penyerahan ijazah secara fisik baru ia ikuti pada Maret 2023 di Warsawa.
"Tentu kemudian setelah selesai wisuda karena saya dalam dua–tiga hari itu mau balik ke Indonesia maka ijazah itu saya copy, malah dibantu copy oleh KBRI dan kemudian saya legalisasi," imbuhnya.
Perjalanan doktoralnya sendiri dimulai pada 2011 di Glasgow Caledonian University, Inggris. Namun, kesibukannya sebagai anggota DPR RI periode 2014–2019 setelah terpilih dari Dapil Jawa Tengah X membuatnya terpaksa menghabiskan masa cuti akademik hingga akhirnya tidak dapat menyelesaikan studi di sana.
Tak patah arang, Arsul kemudian mencari universitas yang bisa menerima transfer kredit dari studi yang sudah ia jalani.
Pilihan jatuh pada Collegium Humanum Warsaw Management University setelah melakukan verifikasi keabsahan kampus tersebut.
"Saya mendaftar, saya ingat kalau saya lihat di archive (arsip) saya itu di sekitar awal Agustus 2020," katanya.
Proses perkuliahan yang sebagian besar berjalan secara daring akibat pandemi COVID-19 tidak menyurutkan semangatnya.
Disertasinya yang mengkaji kebijakan hukum kontraterorisme di Indonesia pasca-Bom Bali berhasil ia pertahankan, yang kemudian juga dibukukan dengan judul "Keamanan Nasional dan Perlindungan HAM: Dialektika Kontraterorisme di Indonesia".
Lebih lanjut, Arsul menegaskan bahwa seluruh dokumen pendidikannya telah melalui proses verifikasi saat ia mengikuti seleksi sebagai hakim konstitusi di Komisi III DPR RI.
"Semua berkas ini sudah saya sampaikan juga kepada Mahkamah (Majelis, red.) Kehormatan Mahkamah Konstitusi, termasuk beberapa catatan kuliah atau komunikasi yang saya masih punya," ucapnya, menggarisbawahi bahwa tidak ada yang ia tutupi.
Berita Terkait
-
Geger Ijazah Arsul Sani, Komisi III DPR Merasa Jadi Kambing Hitam: Kami Tak Punya Kemampuan Forensik
-
Rekam Jejak Arsul Sani: Hakim MK yang Dilaporkan karena Ijazah Doktor Palsu, Ini Profil Lengkapnya
-
Geger Tudingan Ijazah Palsu Hakim MK Arsul Sani, Kampus di Polandia Diselidiki Otoritas Antikorupsi
-
Fakta Sebenarnya di Balik Isu Rektor UGM Akui Jokowi Suap Rp100 Miliar untuk Ijazah Palsu
-
Reaksi 'Santai' Jokowi Usai Tahu Roy Suryo Cs Tak Ditahan di Kasus Fitnah Ijazah Palsu
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Imlek di Tanah Rantau: Harapan Kenji di Tahun Kuda Api dari Kelenteng Fuk Ling Miau Jogja
-
Naga Hingga Wajah Berubah! Intip Kemeriahan Festival Pecinan di TMII
-
Gunakan Sistem Khumasi, Jemaah Ponpes Mahfilud Dluror Jember Mulai Puasa Hari Ini
-
Keputusan Menteri tentang Hutan Papua Selatan Diprotes: Apa Dampaknya bagi Masyarakat Adat?
-
Tegang dengan AS, Iran Gelar Latihan Militer Amankan Selat Hormuz
-
Jaga Stok Pangan, Ketua FKBI Minta Warga Konsumsi Kebutuhan Pokok Sewajarnya Selama Ramadan
-
Pemprov DKI Tegaskan Larangan Sahur on the Road, 1.900 Personel Disiagakan untuk Patroli Ramadan
-
Dinas Bina Marga DKI Bersihkan Koridor 13 Transjakarta dan Perbaiki Jalan Berlubang
-
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447 H Hari Ini
-
Darurat Kemanusiaan: Rumah Solidaritas Papua Desak Presiden Segera Laksanakan Rekomendasi DPD RI