- Proses pemeriksaan terduga pelaku utama ledakan SMAN 72 terhambat karena kondisinya yang masih lemas dan pusing setelah selang makanan dilepas, sehingga polisi menunggu izin dokter
- Karena pelaku masih di bawah umur, Polda Metro Jaya melibatkan berbagai lembaga ahli seperti KPAI, Bapas, dan psikolog forensik untuk memastikan penanganan kasus sesuai prosedur dan mempertimbangkan aspek psikologis
- Meskipun pelaku utama belum bisa diperiksa, polisi telah memeriksa 46 saksi anak dan ayah terduga pelaku untuk terus mendalami kasus ledakan tersebut
Suara.com - Teka-teki di balik insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta mulai menemui titik terang, namun kondisi terduga pelaku yang masih berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH) menjadi fokus utama penyidik Polda Metro Jaya saat ini.
Proses pemeriksaan untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap kini bergantung sepenuhnya pada kondisi kesehatan sang ABH.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa kondisi fisik ABH tersebut masih belum stabil. Pasca menjalani perawatan medis, kondisinya dilaporkan masih lemah dan belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara mendalam.
"Kondisinya masih lemas dan pusing pasca dilepas alat selang makanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Senin (17/11/2025).
Keterangan ini menjadi sinyal bahwa penyidik harus ekstra sabar sebelum bisa menggali informasi kunci dari terduga pelaku. Meski demikian, Polda Metro Jaya telah mengagendakan pemeriksaan terhadap ABH tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat, dengan catatan utama mendapat persetujuan dari tim dokter yang merawat.
Koordinasi lintas instansi pun menjadi langkah krusial yang ditempuh kepolisian, mengingat status pelaku yang masih di bawah umur.
"Minggu ini, penyidik akan berkoordinasi dengan dokter yang merawat untuk kondisi ABH secara keseluruhan," tegas Budi pada Senin (16/11).
Langkah hati-hati ini menunjukkan keseriusan polisi dalam menangani kasus yang melibatkan anak, sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Tak hanya tim medis, Polda Metro Jaya juga menggandeng serangkaian lembaga ahli untuk memastikan penanganan kasus berjalan komprehensif dan tidak melanggar hak-hak anak.
Baca Juga: Kondisi Pelaku Ledakan SMAN 72 Membaik, Polisi Siapkan Pemeriksaan Libatkan KPAI
Sejumlah pihak yang dilibatkan antara lain Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Balai Pemasyarakatan (Bapas), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, hingga Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) Indonesia.
Keterlibatan psikolog forensik menjadi penting untuk memahami kondisi kejiwaan dan motif di balik tindakan nekat tersebut.
Sambil menunggu pemulihan ABH, penyidik terus bekerja maraton mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi-saksi lain. Ayah dari terduga pelaku menjadi salah satu saksi kunci yang telah diperiksa.
"Sudah diminta keterangan dua hari lalu," ujar Budi pada Kamis (13/11).
Selain pihak keluarga, puluhan saksi dari lingkungan sekolah juga telah dimintai keterangan untuk membangun gambaran utuh peristiwa ledakan yang terjadi pada Jumat (7/11) lalu.
“Hari ini, yang diambil keterangan saksi anak ada 46 orang secara paralel dengan giat observasi dari Apsifor,” tutur Budi.
Berita Terkait
-
Kondisi Pelaku Ledakan SMAN 72 Membaik, Polisi Siapkan Pemeriksaan Libatkan KPAI
-
Sepekan Pasca-Ledakan, SMAN 72 Jakarta Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
-
Pramono Ungkap Fakta Baru Buntut Ledakan SMAN 72: Banyak Siswa Ingin Pindah Sekolah
-
Masih Tunggu Persetujuan Orang Tua, SMAN 72 Belum Bisa Belajar Tatap Muka Senin Besok
-
Pramono Setujui SMAN 72 Gelar Pembelajaran Tatap Muka Senin Depan: Yang Mau Daring Boleh
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Pemprov DKI Tegaskan Larangan Sahur on the Road, 1.900 Personel Disiagakan untuk Patroli Ramadan
-
Dinas Bina Marga DKI Bersihkan Koridor 13 Transjakarta dan Perbaiki Jalan Berlubang
-
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447 H Hari Ini
-
Darurat Kemanusiaan: Rumah Solidaritas Papua Desak Presiden Segera Laksanakan Rekomendasi DPD RI
-
KPK Fasilitasi Kunjungan Keluarga Tahanan Saat Imlek 2026
-
Satpol PP DKI Sita Ratusan Botol Miras Ilegal Jelang Ramadan, Sasar Pedagang Tak Berizin
-
Pameran Seni 'Resonansi': Saat Gema Batin Seniman Lintas Kota Bergetar di Depok
-
Polres Probolinggo Bentuk Timsus Usut Pencurian Tujuh Koper Wisatawan Thailand di Bromo
-
Waspada Libur Imlek: Hujan Lebat Mengancam 14 Provinsi, BMKG Beri Peringatan Khusus!
-
Imigrasi Jakarta Selatan Tangkap DJ China dan Penari Thailand di Tempat Hiburan Malam