- Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen mengakhiri ego sektoral dan bekerja terpadu untuk mempercepat pembangunan perbatasan yang maju dan sejahtera
- Prioritas utama pengelolaan perbatasan mencakup penuntasan batas negara, pembangunan 11 PLBN modern baru, dan penciptaan pusat-pusat ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
- Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga bertujuan mengubah citra perbatasan dari wilayah terluar menjadi beranda depan yang merepresentasikan kedaulatan dan pelayanan publik Indonesia yang unggul
Suara.com - Pemerintah pusat dan daerah satukan visi dalam Rakorendal 2025 untuk memperkuat pengelolaan perbatasan. Dipimpin Menko Polkam dan Mendagri, fokusnya adalah penyelesaian batas negara, pembangunan PLBN modern, dan menciptakan pusat ekonomi baru.
Pemerintah pusat dan daerah menyatukan visi untuk merombak wajah perbatasan Indonesia, mengubahnya dari sekadar garis batas menjadi beranda terdepan bangsa yang maju dan sejahtera.
Komitmen ini menjadi agenda utama dalam Rapat Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian (Rakorendal) Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Tahun 2025 yang digelar Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP RI) di Bogor, Selasa (18/11/2025).
Forum strategis ini, yang menjadi landasan pembangunan perbatasan dalam RPJMN 2025–2029, dibuka langsung oleh dua tokoh sentral, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
Keduanya kompak menekankan bahwa era pembangunan parsial telah berakhir, digantikan oleh sinergi nasional yang terpadu.
Tiga Arahan Kunci dari Menko Polkam
Sebagai Ketua Pengarah BNPP, Menko Polkam Djamari Chaniago memberikan tiga arahan tegas untuk memastikan pembangunan perbatasan berjalan efektif dan tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya koordinasi agar setiap program saling memperkuat.
“Seluruh program pembangunan perbatasan harus dikoordinasikan secara terpadu agar efektif memperkuat kedaulatan, meningkatkan kesejahteraan, dan menjadikan perbatasan sebagai beranda terdepan bangsa,” ujar Menko Djamari.
Ia juga mewajibkan seluruh kementerian dan lembaga untuk merancang program yang selaras dengan Rencana Induk (Renduk) Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan (BWNKP).
Baca Juga: Prabowo Kukuhkan Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Jadi Ketua
Tak ketinggalan, pemerintah daerah diminta untuk menjadikan pemerataan pembangunan di perbatasan sebagai prioritas utama.
Tiga Mandat Utama untuk BNPP dari Mendagri
Mendagri Tito Karnavian, dalam kapasitasnya sebagai Kepala BNPP, memaparkan tiga mandat utama yang harus dieksekusi. Pertama adalah menuntaskan seluruh segmen batas negara yang masih tersisa, baik di darat maupun laut.
Sejumlah titik krusial seperti di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, hingga perbatasan dengan Timor Leste di Oecusse dan Pulau Sebatik menjadi prioritas.
“Komunikasi dengan otoritas negara tetangga terus kami bangun agar penyelesaian batas dapat dilakukan secara tuntas,” ujar Tito.
Mandat kedua adalah melanjutkan pengelolaan dan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
Berita Terkait
-
Mendagri Tito Dapat Gelar Kehormatan "Petua Panglima Hukom" dari Lembaga Wali Nanggroe Aceh
-
Diganjar Penghargaan Teladan, Tito Karnavian Beberkan Kunci Sukses Pimpin Negara Kompleks
-
Prabowo Kukuhkan Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Jadi Ketua
-
Ledakan di SMA 72 Jakarta, Menkopolkam Pastikan Investigasi Mendalam, Motif Masih Misteri
-
Gubernur Riau Jadi Tersangka KPK! Kemendagri Siapkan Pengganti Sementara
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Terkini
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
-
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
-
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar