- Mantan Anggota DPR RI, Eva Sundari, kembali menyoroti kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dianggap tidak maksimal dan tidak efektif dalam mengawasi pemerintah
- Eva menyatakan bahwa posisi DPR saat ini malah menghambat inisiatif yang datang dari Presiden sendiri
- Eva Sundari bahkan menyinggung nama Presiden Prabowo yang dianggap janjinya meleset
Suara.com - Mantan Anggota DPR RI, Eva Sundari, kembali menyoroti kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dianggap tidak maksimal dan tidak efektif dalam mengawasi pemerintah, khususnya terkait pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
Dalam acara Editor Forum yang diselenggarakan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), pada Selasa (18/11/2025), ia menyatakan bahwa posisi DPR saat ini malah menghambat inisiatif yang datang dari Presiden sendiri.
"Menurut saya DPR itu tidak maksimal, tidak efektif untuk melakukan pengawasan kepada pemerintah karena posisinya sudah menjadi inisiatif," kata Eva Sundari.
Ia menggarisbawahi bahwa pemerintah dan Presiden telah secara terbuka dan tertulis mengeluarkan komitmennya untuk mengesahkan UU PPRT.
"Pemerintah, Presiden, sudah mengeluarkan komitmennya secara terbuka dan tertulis," tegasnya.
Komitmen tersebut, yang diucapkan secara terbuka di hadapan publik, belum juga diikuti dengan tindakan nyata dari DPR.
Eva Sundari bahkan menyinggung nama Presiden Prabowo yang dianggap janjinya meleset.
"Pada tanggal 1 Mei kemarin kok gak diikuti, jadi Pak Prabowo janjinya meleset ya," ujarnya.
Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap dinamika politik yang berulang kali menghalangi pengesahan RUU yang krusial ini.
Baca Juga: 21 Tahun Terganjal! Eva Sundari Soroti 'Gangguan' DPR pada Pengesahan RUU PPRT: Aneh!
"Tapi ya inilah politik-politik yang tidak bisa kita harapkan ya dan ini diulang terus," katanya.
Eva berharap DPR bisa lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat, terutama dalam perlindungan pekerja rumah tangga yang telah menunggu selama lebih dari dua dekade.
Kritik Eva Sundari ini menambah panjang daftar desakan dari berbagai elemen masyarakat sipil agar DPR segera mengesahkan RUU PPRT demi memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi jutaan pekerja rumah tangga di Indonesia. (Safelia Putri)
Berita Terkait
-
21 Tahun Terganjal! Eva Sundari Soroti 'Gangguan' DPR pada Pengesahan RUU PPRT: Aneh!
-
RUU PPRT: Bukan Sekadar Upah dan Kontrak, Tapi Soal Martabat Manusia yang Terlupakan
-
21 Tahun Mangkrak, Koalisi Sipil Desak DPR Sahkan RUU PPRT: Sudah Terlalu Sering Dikhianati Janji
-
Janji Prabowo soal RUU PRT Molor, Jala PRT: Bukan Pembantu, Tapi Pekerja!
-
Demo Memanas! Rapat RUU PPRT Cuma Dihadiri Anggota Hitungan Jari, Sisanya Kursi Kosong
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
Pilihan
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
Terkini
-
Jadi Magnet Liburan, Puluhan Ribu Pengunjung Serbu Planetarium TIM Selama Libur Nataru
-
Tiket Domestik Mahal, Relawan Nakes ke Lokasi Bencana di Sumatra Lewat Malaysia
-
Densus 88 Antiteror Polri Sebut Remaja Jakarta Paling Banyak Terpapar Paham Radikal
-
Awas Macet! Simak Detail Rekayasa Lalu Lintas MRT Jakarta di Harmoni-Mangga Besar Selama 8 Bulan
-
Prabowo: Saya Dituduh Mau Jadi Diktator
-
Dasco Minta Elite Stop Gaduh Pilkada Lewat DPRD, Fokus Dulu Tangani Bencana Sumatera
-
Hampir Setahun Beroperasi, Love Scamming di Jogja Ditaksir Raup Puluhan Miliar Tiap Bulan
-
Teriakan di Gang 10: Teka-teki Keracunan Satu Keluarga di Warakas, Bunuh Diri atau Pembunuhan?
-
Banyak Anak Indonesia Terpapar Paham Neo-Nazi, Densus 88 Antiteror: Kurang Filter dari Negara
-
Prabowo Geleng-gelang Kepala: Bolak-balik Orang Datang Mau Nyogok Saya