- Gubernur Pramono Anung bergerak cepat melantik 2.700 pejabat DKI Jakarta hanya dalam waktu dua pekan untuk mengisi seluruh struktur pemerintahan
- Pelantikan ini merupakan solusi konkret untuk mengatasi masalah kekosongan jabatan yang telah lama menghambat efektivitas birokrasi Pemprov DKI
- Sebanyak 673 guru diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah negeri, menunjukkan fokus pemerintah baru untuk memastikan stabilitas kepemimpinan di sektor pendidikan
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah cepat untuk merombak dan mengisi penuh struktur birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Tak tanggung-tanggung, dalam dua pekan terakhir, sebanyak 2.700 aparatur sipil negara (ASN) telah resmi dilantik untuk mengisi berbagai posisi strategis yang lama kosong.
Gebrakan ini mencapai puncaknya dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (19/11/2025).
Dalam seremoni tersebut, ratusan pejabat dari berbagai eselon resmi menduduki posisi baru mereka, menandai era baru dalam tata kelola pemerintahan Ibu Kota.
Pramono Anung, politisi senior PDI Perjuangan, merinci komposisi pejabat yang baru saja dilantik.
Ia menegaskan bahwa pengisian jabatan ini mencakup semua lini, dari level administrator hingga fungsional, untuk memastikan roda pemerintahan berjalan tanpa hambatan.
"Alhamdulillah, pada hari ini saya melakukan pelantikan pejabat dan juga mengambil sumpah janji jabatan untuk Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, dan Ketua Sub-Kelompok yang dilantik sebanyak 686 orang. Pejabat Fungsional yang dilantik 523 orang melalui mekanisme pengangkatan pertama, serta jabatan pindahan 20 jenis jabatan, serta 14 perangkat daerah," ujar Pramono.
Sektor pendidikan juga menjadi fokus utama dalam perombakan ini. Mantan Sekretaris Kabinet tersebut memastikan ratusan sekolah di Jakarta kini memiliki pemimpin definitif setelah melantik ratusan kepala sekolah baru.
"Sedangkan Pejabat Fungsional Guru yang diberi tugas sebagai Kepala Sekolah Negeri yang dilantik sebanyak 673 orang," tuturnya.
Baca Juga: Pramono: Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Masih Berhak Terima KJP Plus
Angka 2.700 pejabat merupakan akumulasi dari rangkaian pelantikan maraton yang menjadi prioritas utama Pramono sejak menjabat.
Ia secara terbuka mengakui bahwa langkah masif ini adalah jawaban atas masalah kekosongan jabatan yang telah berlarut-larut dan mengganggu kinerja Pemprov.
"Kalau dijumlah dari hari ini dilantik dan juga dua minggu yang lalu, jumlah pejabat yang dilantik di Balai Kota atau di DKI Jakarta jumlahnya 2.700 orang," jelas Pramono.
"Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah DKI Jakarta secara serius sungguh-sungguh mengisi seluruh pejabat yang ada," tegasnya.
Bersama wakilnya, Rano Karno, Pramono berkomitmen untuk tidak lagi membiarkan posisi-posisi penting di birokrasi kosong tanpa pejabat definitif.
Menurutnya, hal ini adalah kunci untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
Berita Terkait
-
Pramono: Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Masih Berhak Terima KJP Plus
-
Belajar Tatap Muka Dimulai Lagi di SMAN 72
-
Pramono Sebut Harimau Kurus Viral di Ragunan Miliknya: Mungkin Kangen Sama Saya
-
Ultimatum Pramono ke Transjakarta: Citra Perusahaan Tak Boleh Rusak, Tindak Tegas Pelaku Pelecehan
-
Jurus Pramono Anung Agar Insiden SMAN 72 Tak Terulang: Konten Medsos Pelajar Jakarta akan 'Disortir'
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina