- TNI AD menjerat tiga oknum prajurit Kopassus dalam kasus penculikan dan pembunuhan berencana Kepala Cabang Pembantu Bank BUMN.
- Penyidikan Pomdam Jaya hampir selesai dan berkas akan segera dilimpahkan ke Oditurat Militer II-07 Jakarta.
- Tersangka sipil berjumlah 15 orang, termasuk aktor intelektual Dwi Hartono, dengan penambahan pasal pembunuhan berencana.
Suara.com - Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37), memasuki babak baru.
TNI AD memastikan tiga oknum prajurit yang terlibat tidak hanya dijerat pasal penculikan, tetapi juga pasal pembunuhan berencana.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono, menyebut perkara yang kekinian tengah ditangani Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya) itu kekinian sudah mendekati tahap akhir.
“Penyidik Pomdam Jaya tinggal menunggu penetapan barang bukti dari penyidik Jatanras Polda Metro Jaya. Setelah semuanya lengkap, berkas akan segera dilimpahkan ke Oditurat Militer II-07 Jakarta untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Donny kepada wartawan, Selasa (25/11/2025).
Donny menjelaskan, jumlah prajurit TNI yang telah ditetapkan sebagai tersangka kini bertambah menjadi tiga orang, setelah penyidik menetapkan nama baru.
“Untuk tersangka baru yang ditetapkan atas nama Serka FY. Jadi, tersangka dari oknum prajurit berjumlah tiga orang, yaitu Serka MN, Kopda FH dan Serka FY,” katanya.
Ketiganya merupakan anggota satuan elite Kopassus. Donny menegaskan bahwa TNI AD tidak memberikan toleransi sedikit pun kepada pelaku pelanggaran hukum.
“Seluruh prosesnya ditangani secara profesional sesuai hukum yang berlaku dan transparan,” tegasnya.
Dalam perkara ini, lanjut Donny, penyidik militer menerapkan Pasal berlapis.
Baca Juga: Jaringan Kuras Rekening Tidur Nasabah Rp204 M, 2 Pelaku Ternyata Terlibat Pembunuhan Kacab Bank!
Selain Pasal 328 dan 333 KUHP soal penculikan, ketiga tersangka juga dijerat dengan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana.
“Untuk pasal yang dipersangkakan terhadap para tersangka mengacu pada ketentuan KUHP, yaitu Pasal 340 jo 338 KUHP dan/atau Pasal 328 KUHP dan/atau Pasal 333 ayat (3) KUHP dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ayat (1) ke-1 KUHP,” jelasnya.
Bagaimana dengan tersangka warga sipil?
Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya juga menegaskan bahwa pasal pembunuhan telah ditambahkan, sesuai petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengatakan berkas perkara semula hanya memuat Pasal 328 dan Pasal 333 KUHP, namun setelah diteliti JPU ditemukan indikasi kuat unsur pembunuhan.
“Ada petunjuk untuk menambahkan Pasal 338 dan mendalami Pasal 340,” ujar Rahim di Polda Metro Jaya, Jakarta Selasa (18/11/2025).
Berita Terkait
-
Kematian Kacab Bank: Polisi Tambah Pasal Pembunuhan, Tiga Anggota Kopassus Jadi Tersangka
-
Terkuak Dalam Rekonstruksi: Tiga TNI Terlibat Kasus Penculikan Kacab Bank, Siapa Saja?
-
Kasus Pembunuhan Kacab Bank: Sambangi Polda Metro Jaya, Keluarga Korban Bawa Bukti Baru
-
Kacab Bank Diancam, Sindikat Ini Cuma Butuh 17 Menit Sedot Rp204 Miliar dari Rekening Dormant
-
Jaringan Kuras Rekening Tidur Nasabah Rp204 M, 2 Pelaku Ternyata Terlibat Pembunuhan Kacab Bank!
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar