- Polisi kerahkan anjing pelacak untuk cari potongan rahang jasad Alvaro di Bogor.
- Korban dibunuh oleh ayah tirinya, yang kemudian tewas bunuh diri di tahanan.
- Motif pembunuhan diduga karena pelaku cemburu terhadap ibu kandung korban.
Suara.com - Kepolisian mengerahkan anjing pelacak untuk menyisir area di bawah Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor, pada Rabu (26/11/2025). Upaya ini dilakukan untuk mencari bagian kerangka rahang dari jasad Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan oleh ayah tirinya.
"Penyisiran lagi dengan anjing pelacak untuk mencari rahang yang diduga milik korban," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, kepada wartawan di Jakarta.
Lokasi ini menjadi fokus pencarian karena jasad Alvaro diduga dibuang ke Sungai Cerewed yang berada di bawah jembatan tersebut.
Kasus ini menggemparkan publik setelah Alvaro, yang dilaporkan hilang selama delapan bulan sejak Maret 2025, ditemukan dalam kondisi tewas. Pelaku, Alex Iskandar (49), yang merupakan ayah tiri korban, ditangkap pada Rabu (19/11/2025).
Namun, kasus ini menjadi semakin tragis ketika Alex ditemukan tewas gantung diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan pada Minggu (23/11/2025) pagi, tidak lama setelah ia ditangkap.
Polisi sebelumnya telah mengungkap bahwa motif pembunuhan Alvaro adalah karena pelaku cemburu terhadap istrinya, yang merupakan ibu kandung korban. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026