- Nasib Ketua Umum PBNU Gus Yahya akan ditentukan dalam forum rapat pleno.
- Pelaksanaan rapat pleno tersebut masih menunggu instruksi dari para kiai jajaran Syuriah.
- Langkah ini buntut surat edaran yang menyatakan Gus Yahya tidak lagi menjabat.
Suara.com - Katib Syuriah PBNU, Ahmad Tajul Mafakhir, memastikan bahwa tindak lanjut dari surat edaran yang menyatakan Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum akan dibawa ke forum rapat pleno. Menurutnya, ini adalah mekanisme organisasi yang semestinya ditempuh.
“Sepertinya begitu dan semestinya begitu (akan ada pleno),” ujar Gus Tajul kepada wartawan di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Tajul menegaskan bahwa pelaksanaan pleno tersebut sepenuhnya menunggu arahan dari para kiai Syuriah. Ia menyatakan bahwa waktu, tempat, hingga siapa saja yang akan diundang belum akan ditetapkan sebelum ada instruksi resmi.
“Itu kami akan menunggu instruksi dari para Kiai. Terkait pelaksanaannya, tempatnya, dan siapa saja,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengisyaratkan bahwa proses tersebut tidak akan berlarut-larut dan akan segera dilaksanakan setelah ada arahan.
Pernyataan ini merupakan kelanjutan dari dinamika internal PBNU setelah terbitnya surat edaran yang kontroversial tersebut. Sebelumnya, Syuriah PBNU juga telah menyatakan bahwa pihak yang berkeberatan atas keputusan itu dapat menempuh mekanisme Majelis Tahkim sesuai aturan organisasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi