- Anggota DPR RI, M. Nasir Djamil, mendesak Presiden Prabowo segera menetapkan status bencana nasional atas banjir di Sumatera.
- Banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah menyebabkan korban jiwa, pengungsian ribuan warga, dan kerusakan infrastruktur signifikan.
- Kondisi ini memenuhi indikator UU Nomor 24 Tahun 2007, menuntut penanganan pusat karena melampaui kapasitas pemerintah daerah.
Suara.com - Di tengah kepungan banjir dan longsor yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Sumatera, desakan agar pemerintah pusat segera bertindak semakin menguat.
Anggota DPR RI dari fraksi PKS, M. Nasir Djamil, dengan tegas meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menetapkan status bencana nasional atas musibah banjir besar yang memorak-porandakan Provinsi Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Langkah ini, menurutnya, sangat krusial dan dinantikan oleh masyarakat, terutama para korban yang kini berjuang di tengah kondisi yang kian parah dan memprihatinkan.
Data di lapangan menunjukkan skala bencana yang terus meluas, menuntut penanganan yang lebih serius dan terpusat.
Di Aceh, hingga Kamis (27/11/2025), Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa banjir telah merendam 16 kabupaten/kota, berdampak pada 119.988 jiwa dan memaksa 20.759 orang mengungsi.
Bahkan, sembilan daerah di Aceh telah menetapkan status darurat bencana. Situasi diperparah dengan lumpuhnya total akses listrik dan internet di Kota Langsa, menyebabkan ribuan warga terisolasi dan sulit dihubungi.
“Banjir besar ini telah menelan korban jiwa, memicu penyakit kulit, memadamkan arus listrik di berbagai wilayah, dan mengakibatkan kerugian material serta immaterial yang tidak terhitung. Di Aceh, banjir akhir tahun ini merusak banyak barang elektronik dan kendaraan bermotor warga,” ujar Nasir kepada wartawan, Kamis (27/11/2025).
Kondisi tak kalah mengerikan terjadi di Sumatera Utara. Bencana banjir dan longsor yang melanda 12 kabupaten/kota telah menyebabkan 43 orang meninggal dunia dan 88 lainnya masih dalam pencarian.
Total warga yang terdampak mencapai ribuan, dengan 1.168 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi. Akses jalan darat di sejumlah wilayah, termasuk jalur vital menuju Sibolga dan Tapanuli Tengah, putus total akibat longsor, menghambat distribusi bantuan.
Baca Juga: DPR Soroti Rentetan Bencana di Sumatera, Desak Pemda Tindak Tegas Alih Fungsi Lahan
Sementara itu, di Sumatera Barat, hujan ekstrem juga memicu banjir dan longsor yang menelan 12 korban jiwa dan berdampak pada sekitar 12.000 warga. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan.
Nasir Djamil menilai, penanganan bencana akan sangat terhambat jika pemerintah pusat tidak segera mengambil alih komando dengan menetapkan status bencana nasional.
Menurutnya, kelumpuhan jalur darat telah memicu kelangkaan kebutuhan pokok dan memperburuk kondisi para pengungsi yang sulit dijangkau oleh tim bantuan daerah.
Ia menegaskan bahwa situasi saat ini telah memenuhi seluruh indikator yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Regulasi tersebut, bersama Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008, menyebutkan bahwa penetapan bencana nasional dapat dilakukan jika jumlah korban besar, kerugian material signifikan, cakupan wilayah terdampak luas lintas provinsi, serta terganggunya fungsi pelayanan publik yang melampaui kemampuan pemerintah daerah.
Melihat dampak katastrofal yang terjadi serentak di tiga provinsi besar, unsur-unsur tersebut secara nyata telah terpenuhi.
Kerusakan infrastruktur masif, termasuk putusnya empat jembatan dan longsor di 20 titik jalan di Aceh dan Sumatera Utara, menjadi bukti nyata lumpuhnya konektivitas regional.
“Jika tidak segera ditetapkan sebagai bencana nasional, saya khawatir jumlah korban akan terus bertambah. Dengan kerendahan hati, saya meminta dan mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk menetapkan status tersebut. Negara dan pemerintah pusat harus hadir, turun tangan, dan menyalurkan bantuan yang lebih besar serta terkoordinasi,” tegasnya.
Nasir menekankan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Ia meyakini Presiden Prabowo tidak akan ragu untuk mengambil langkah luar biasa demi melindungi puluhan ribu masyarakat yang kini hidup dalam ketidakpastian akibat bencana banjir besar yang melanda tanah Sumatera.
Berita Terkait
-
DPR Soroti Rentetan Bencana di Sumatera, Desak Pemda Tindak Tegas Alih Fungsi Lahan
-
Stadion SEA Games 2025 di Thailand Terendam Banjir, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia?
-
Tiga Bandara di Sumatera Tetap Layani Penerbangan Meski Diterjang Banjir Hingga Gempa
-
Thailand Dilanda Banjir, 10 Cabor Ini Dipindah Lokasi ke Bangkok
-
Banjir Meluas di Padang Pariaman, Ribuan Rumah Terendam
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI