- Muhaimin membuka Perkemahan Nasional Pemuda Lintas Iman 2025 di Buperta Cibubur.
- Cak Imin mengakui kegagalan politiknya dan menjadikannya pelajaran bagi generasi muda untuk tidak mengulangi kesalahan.
- Ia menekankan pentingnya generasi muda mempelajari sejarah sebagai kurikulum wajib dalam memahami ajaran agama.
Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menyampaikan pesan reflektif saat membuka acara Perkemahan Nasional Pemuda Lintas Iman 2025.
Dalam pidatonya, politikus yang akrab disapa Cak Imin ini secara terbuka menyinggung rekam jejak politiknya yang kerap mengalami kegagalan, termasuk dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres).
Acara yang diinisiasi oleh Badan Persaudaraan Antariman (BERANI) ini digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, pada Sabtu (29/11/2025).
Di hadapan peserta perkemahan, Cak Imin mengakui bahwa generasi kepemimpinannya belum mencapai hasil yang maksimal.
Dengan nada bergurau namun sarat makna, ia menyebut dirinya sebagai sosok yang belum pernah merasakan kemenangan dalam kompetisi puncak kepemimpinan nasional.
"Yang dibutuhkan hari ini kepemimpinan yang benar. Generasi saya, generasi hari ini mungkin tidak sukses dan belum maksimal," kata Cak Imin.
"Maklum, kalah terus hehe. Belum pernah menang," sambungnya.
Kendati begitu, Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 ini menegaskan bahwa rentetan kegagalan tersebut tidak ia sesali, melainkan ia jadikan modal pelajaran bagi generasi muda. Ia meminta agar pemuda lintas iman tidak mengulangi kesalahan sejarah yang pernah dialami generasinya.
"Tapi kekalahan dan belum sempurna ini saya abdikan, saya berikan, saya tumpukan kepada Anda-anda yang muda. Jangan pernah mengulangi kesalahan dan kegagalan-kegagalan sejarah," tegasnya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Angkat Duta Muda: Perkuat Literasi JKN di Kalangan Generasi Penerus
Cak Imin mengingatkan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 sudah di depan mata. Tantangan terbesar bangsa saat kata dia, adalah menyiapkan generasi pemimpin yang sesuai dengan amanat konstitusi.
Ia pun berpesan agar para pemuda mengambil hikmah dari perjalanan politiknya.
"Tuhan menciptakan sejarah untuk dipelajari dan untuk menjadi pelajaran peradaban berikutnya. Sehingga kita semua, termasuk Adik-adik semua dan BERANI, belajarlah dari kegagalan dan kesalahan, termasuk belajarlah dari kekalahan saya," tuturnya.
Lebih lanjut, Cak Imin juga menekankan pentingnya mempelajari sejarah sebagai bagian tak terpisahkan dari mempelajari agama.
Menurutnya, pemahaman agama tanpa sejarah adalah ketidaksempurnaan yang berpotensi melahirkan kekerasan.
"Salah satu yang paling penting dari belajar agama dan iman, dan menurut saya salah satu kurikulum wajib belajar agama itu apa? Sejarah. Belajar agama yang mengajarkan kekerasan pasti tidak mempelajari pelajaran sejarah agama," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jerat Impor Tembakau: Saat Petani Lokal Merugi dan Rokok Murah Mengancam Remaja
-
Ruang Digital Makin Rawan, Ini Pentingnya Dorong Generasi Muda Melek Literasi
-
Generasi Muda Makin Rentan Narkoba, Pemerintah Punya Strategi Apa Untuk Lindungi?
-
Ketua DPD RI: Bullying Mengancam Keselamatan dan Masa Depan Generasi Muda
-
BPJS Kesehatan Angkat Duta Muda: Perkuat Literasi JKN di Kalangan Generasi Penerus
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung
-
Kembali Diperiksa KPK, Gus Yaqut Berharap Kebenaran Terungkap di Kasus Kuota Haji
-
FKBI Kritik Tayangan World Cup 2026 TVRI Gara-Gara Promosi Super Soccer
-
Sekolah Rakyat Junjung Prinsip Setiap Siswa Berharga, ESQ Dukung Pemetaan Talenta Siswa
-
Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal
-
28.478 Siswa Baru Masuk Sekolah Rakyat
-
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap Empat Gelombang
-
JPO Tendean Nyaris Ambruk, Crane Masih Tersangkut dan Kemacetan Mengular
-
Tiang Copot Usai Dihantam Truk! JPO Tendean Harus Dibongkar Total, Arus ke Blok M Bakal Ditutup
-
Sempat Dijaga TNI Rumah Febrie di Radio Dalam Bakal Digeledah? Kejagung Siap Cari Bunker Rahasia