Sumatra Utara menjadi wilayah yang mencatat angka korban tertinggi. Jumlah korban meninggal di provinsi ini melonjak tajam dari laporan sebelumnya 116 jiwa menjadi 166 jiwa. Daerah-daerah seperti Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan menjadi fokus utama operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Sumatra Barat dan Aceh
Di Sumatra Barat, korban meninggal mencapai 90 orang dengan 85 orang masih hilang. Dampak terparah tercatat di Padang Panjang, Tanah Datar, Kabupaten Solok, serta Kota Padang. Sementara itu, Aceh mencatat 47 orang meninggal dan 51 orang hilang, terutama di wilayah Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara.
Penanganan Darurat Banjir Sumatra
Menyikapi perkembangan ini, BNPB telah menginstruksikan percepatan penanganan darurat. Operasi SAR terus diupayakan selama 24 jam untuk menembus wilayah yang terisolasi.
Kendala utama adalah akses darat yang terputus akibat titik longsor dan kerusakan jembatan, seperti akses menuju Sibolga dari Tarutung. Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Pusat mengerahkan sejumlah upaya:
1. Distribusi Logistik Udara dan Laut: Helikopter (MI-17, TNI AD, AU, AL, dan BNPB) disiagakan untuk mendistribusikan bantuan logistik dan permakanan ke daerah terpencil di Sumut (khususnya Tapanuli Tengah) dan Aceh (Aceh Tengah, Aceh Tamiang). Untuk Sibolga, jalur laut melalui Pelabuhan Jago-jago dikoordinasikan.
2. Pemulihan Komunikasi: Sejumlah unit Starlink dan genset didistribusikan ke kabupaten/kota terdampak di Sumut dan Aceh guna memulihkan jaringan komunikasi yang terganggu.
3. Pembukaan Akses Darat: Tim gabungan berupaya membuka akses darat yang tertutup longsor. Di Aceh, akses di lima kabupaten sudah mulai bisa dilalui kembali sejak Sabtu malam.
Kepala BNPB menegaskan bahwa proses evakuasi, pencarian, dan pendistribusian logistik, serta layanan kesehatan, terus dilakukan secara paralel. Prioritas utama saat ini adalah keselamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi puluhan ribu warga yang terdampak dan mengungsi. Tim SAR akan terus bekerja tanpa henti selama 24 jam hingga semua korban ditemukan dan situasi darurat dapat teratasi.
Baca Juga: Apa Itu Status Darurat Bencana Nasional? Pengertian, Indikator, dan Prosedurnya
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
-
KPK Ungkap Istilah Uang Hangus dalam Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR
-
Sebut Pelaporan Pandji Salah Sasaran, Mahfud MD: Dia Menghibur, Bukan Menghasut!