- Wapres Gibran meninjau langsung korban banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Kamis menggunakan motor trail.
- Kunjungan ini merupakan titik pertama dari rangkaian peninjauan tiga provinsi terdampak bencana di wilayah Sumatera.
- Akses menuju lokasi posko pengungsian ekstrem, sehingga motor menjadi moda transportasi utama untuk efektivitas dan tidak mengganggu SAR.
Suara.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka langsung terjun ke lapangan meninjau lokasi terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Kamis (4/12/2025).
Tak sekadar berkunjung, Wapres Gibran memilih menaiki motor trail untuk menembus medan berat demi mencapai lokasi korban terdampak.
Kabupaten Agam menjadi titik pertama dalam rangkaian kunjungan kerja maraton Wapres untuk meninjau tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Estafet Helikopter hingga Motor Trail
Setibanya di Bandara Internasional Minangkabau, Gibran bergerak cepat. Ia langsung menaiki helikopter menuju Kabupaten Agam untuk mendistribusikan bantuan logistik bagi para korban di posko pengungsian.
Tantangan medan dimulai setelah turun dari helikopter. Gibran melanjutkan perjalanan darat menggunakan motor trail menuju posko pengungsian yang didirikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pemandangan emosional terekam saat Gibran berkendara. Sambil membawa buku catatan yang diselipkan di lengan kirinya, pandangan Wapres tak lepas dari barisan rumah penduduk di sisi kanan dan kiri jalan yang hancur tersapu banjir bandang.
Medan Sempit dan Berlumpur
Berdasarkan rekaman video di lokasi, akses menuju posko pengungsian terbilang ekstrem. Jalanan masih tertutup lumpur basah dengan lebar jalan yang sangat sempit.
Baca Juga: Aceh Tamiang Masih Terisolasi Total Usai Banjir Bandang, Netizen Ramai-Ramai Minta Pertolongan!
Kondisi ini membuat kendaraan roda empat mustahil melintas, sehingga motor menjadi satu-satunya opsi transportasi yang efektif.
Penggunaan sepeda motor oleh rombongan Wapres juga memiliki alasan strategis. Selain demi mobilitas di medan sulit, langkah ini diambil agar tidak mengganggu lalu lintas aktivitas petugas SAR yang tengah berjibaku melakukan evakuasi dan pencarian korban hilang.
Arahan Presiden Prabowo
Dalam kunjungan kerjanya, Wapres ingin melihat langsung kondisi riil masyarakat serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan petugas di lapangan. Hal ini dilakukan guna menginventarisasi berbagai kendala dalam penanganan bencana.
Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden menekankan agar mitigasi, penanganan darurat, hingga pemulihan infrastruktur dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran melalui kerja sama seluruh pihak.
Usai memastikan penanganan di Sumatera Barat, Wapres dijadwalkan langsung terbang menuju Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.
Berita Terkait
-
Potret Kawasan Aceh Tamian Usai Disapu Banjir Bandang
-
Zaskia Adya Mecca Kunjungi Lokasi Bencana Aceh, Ungkap Korban 5 Hari Tanpa Bantuan
-
Aceh Tamiang Terisolasi Akibat Banjir Bandang, Mitigasi Kita Dipertanyakan
-
Aceh Tamiang Masih Terisolasi Total Usai Banjir Bandang, Netizen Ramai-Ramai Minta Pertolongan!
-
Kisah Pria Sampai Sewa Alat Berat Sendiri, Demi Temukan Jasad Ibu yang Tertimbun Longsor di Agam
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
Terkini
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Ada Upaya Hambat Penyidikan Kasus Bupati Sudewo, KPK Buru Sosok Mastermind
-
Tingkatkan Kesehatan Mental Santri, Menag Minta Pesantren Hadirkan Tenaga Psikolog
-
Jelang Vonis 2 Tahun Penjara, Delpedro Marhaen Beri 'Orasi Terakhir' di Aksi Kamisan
-
5 Poin Pertemuan Prabowo dan Dasco di Istana Jelang Lebaran 2026
-
Pandji Pragiwaksono di Aksi Kamisan: Delpedro Cs Harusnya Tidak Perlu Diperkarakan
-
Ahli Praperadilan Gus Yaqut Sebut Negara Tak Jualan Kuota Haji, Begini Keterangannya
-
Di Sidang Praperadilan Yaqut, Ahli Sebut Dana Haji Bukan Keuangan Negara
-
ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahun, Batal Dihukum Mati oleh Hakim
-
Lawan 'Pasal Karet' KUHP Baru, Delpedro Marhaen Gugat Aturan Berita Bohong dan Penghasutan ke MK