- Erik menyewa alat berat sendiri untuk mencari ibunya yang tertimbun rumah akibat galodo saat sedang salat.
- Rumah ibunya hancur tertimbun lumpur dan kayu, sementara bantuan tak kunjung datang sehingga Erik harus menggali sendiri.
- Setelah menemukan jenazah sang ibu, Erik memakamkannya; BPBD Sumbar mencatat 129 korban meninggal.
Suara.com - Kamis (27/11) sore yang seharusnya tenang berubah menjadi duka mendalam bagi warga Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Galodo, banjir bandang bercampur longsor menerjang pemukiman penduduk dengan cepat, membawa lumpur, batu-batu besar, serta reruntuhan pohon.
Dari peristiwa itu, salah satu kisah paling menyayat datang dari seorang warga bernama Erik Andesra. Dikutip Instagram BBC Indonesia, ia menceritakan jika langsung bergegas menuju lokasi begitu mendengar kabar bahwa daerah tempat ibunya tinggal diterjang galodo.
Namun setibanya di persimpangan jalan menuju rumah sang ibu, ia langsung disergap pemandangan yang membuat lututnya lemas.
Air berlumpur menggenangi wilayah itu, sementara bongkahan batu besar memenuhi aliran sungai. Rumah yang selama ini menjadi tempat ibunya tinggal, mendadak tak lagi terlihat.
“Saya sampai di lokasi, rumah sudah luluh lantak tertimbun lumpur, batu, dan pohon,” jelas Erik.
Ia masih berharap ibunya berhasil menyelamatkan diri. Namun beberapa menit kemudian, kabar yang datang justru menghentak perasaannya, ibunya berada di dalam rumah ketika terjangan galodo tiba.
“Beliau sedang salat, lalu muncul lah air dari belakang. Mungkin tidak sempat lari waktu itu,” ujar Erik lirih saat mengenang detik-detik terakhir sang ibu.
Hari demi hari, Erik menyisir puing rumah yang telah berubah menjadi timbunan lumpur dan kayu. Namun pencarian dengan tangan kosong tidak membuahkan hasil.
Bantuan alat berat juga tak kunjung datang. Situasi itu membuatnya terpaksa mengambil keputusan sulit, menyewa alat berat dengan biaya pribadi.
Baca Juga: Penampilan Verrell Bramasta Pakai Rompi Taktis di Area Banjir dan Longsor Jadi Perbincangan
“Saya menunggu bantuan, tidak kunjung tiba. Kalau hanya pakai tangan dan tenaga, kami tidak mampu. Jadi terpaksa alat berat. Itu alat beratnya saya rental sendiri,” ungkapnya.
Dengan alat berat itu, proses penggalian akhirnya bisa dilakukan lebih luas dan lebih dalam. Beberapa waktu kemudian, pencarian yang melelahkan itu menemukan titik akhir.
Jasad sang ibu ditemukan dalam keadaan masih mengenakan mukena. “Mama saya meninggal dalam keadaan salat,” kata Erik.
Setelah penemuan itu, Erik segera mengevakuasi jenazah dan memakamkannya di pemakaman keluarga.
Duka belum berhenti di situ, karena Erik juga masih berusaha menemukan empat anggota keluarga lainnya yang hilang dalam bencana tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat melaporkan bahwa 129 orang meninggal dunia, tersebar di tujuh kota dan kabupaten akibat galodo yang melanda wilayah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi Ungkap Rantai Kekerasan Jerat 709 Tahanan Politik Muda Indonesia
-
KPK Sita 5 Mobil Mewah dan Bukti Elektronik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT
-
Memperingati International Womens Day 2026, API Serukan Perlawanan atas Penghancuran Tubuh
-
KPK Bongkar Alasan Gus Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ternyata Ada Bukti Ini!
-
Fadia Arafiq Mengaku Sedang Bersama Ahmad Luthfi Saat OTT, Begini Respons KPK
-
Drama OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq: Hampir Lolos, Tertangkap di SPKLU Tengah Malam
-
Menag Soroti Pasal Aliran Sesat di KUHAP, Minta Definisi dan Kriteria Diperjelas
-
KPK Sebut Uang Korupsi Fadia Arafiq Bisa Buat 400 Rumah hingga Bangun 60 KM Jalan di Pekalongan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Kuasa Hukum Gus Yaqut: Tersangka Korupsi Tanpa Kerugian Negara Ibarat Pembunuhan Tanpa Korban!