- Tanggul mitigasi di Muara Angke Jakarta Utara telah mengurangi dampak banjir rob saat air laut pasang.
- Infrastruktur penahan air laut ini baru mencapai progres 80 persen, namun dinilai efektif menahan air.
- Tanggul sepanjang 1,1 kilometer dengan elevasi 2,5 meter ditargetkan selesai dan berfungsi penuh Januari 2026.
Suara.com - Kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, kerap menjadi langganan banjir rob saat air laut pasang. Namun, pada fenomena pasang air laut bulan ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyebut dampak yang dirasakan warga tidak separah biasanya berkat keberadaan tanggul mitigasi di sana.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin, mengungkapkan bahwa tanggul tersebut sebenarnya belum selesai sepenuhnya.
Meski demikian, keberadaan infrastruktur tersebut dianggap sudah menunjukkan taringnya dalam menahan laju air laut.
"Memang belum selesai, progresnya masih 80 persen. Tetapi kemarin pada saat puncak rob, pasangnya itu sudah ditahan oleh tanggul mitigasi, sudah bisa membantu menahan air laut supaya tidak masuk," papar Ika di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, Senin (8/12/2025).
Tanggul mitigasi ini memiliki panjang sekitar 1,1 kilometer, dan ditargetkan berfungsi penuh dalam waktu dekat.
Proses pengerjaan saat ini masih terus dikebut, terutama pada tahap pengecoran.
"Insyaallah, nanti paling lambat Januari sudah 100 persen bisa berfungsi," tutur Ika optimis.
Tanggul ini didesain dengan elevasi mencapai 2,5 meter di atas permukaan laut untuk keamanan warga.
"Jadi, kalau pasangnya sampai dengan 2,5 MPP, Insyaallah masih aman," jelas Ika.
Baca Juga: Banjir Rob Jakarta Utara: Jalan Depan JIS Kembali Terendam
Pun bila tinggi air laut melampaui tinggi tanggul, ia menjamin proses surutnya banjir rob akan berlangsung cepat seperti yang sempat terjadi beberapa hari lalu.
"Kemarin kan kita sore semuanya sudah surut," pungkas Ika.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!
-
Isu Kas Negara Menipis Dibantah, Menkeu: Uang Kita Masih Banyak!
-
J.J Rizal Soroti Warisan Soeharto, Sebut Aktor Lama Masih Dominan
-
Klarifikasi JK Soal Ceramah UGM Dianggap Tak Nyambung, GAMKI Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut
-
Lawan Stigma, Cerita Karyawan Difabel Pabrik HS: Dari Korban Bully Jadi Mandiri
-
Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
-
AS Siapkan Serangan di Selat Hormuz Jika Perundingan Damai dengan Iran Menemui Jalan Buntu
-
35 Personel Gugur Diduga Kelelahan, Rano Karno Janji Perkuat Armada Satpol PP DKI
-
Bedah Persepsi Peradilan Militer Kejam, Pengamat: Kesalahan Kecil Dampaknya Besar
-
Reformasi Setengah Hati: Peneliti Soroti Tren Remiliterisasi dari Era SBY hingga Prabowo