- Juru Bicara PKS, Muhammad Iqbal, mendesak penetapan bencana banjir dan longsor Sumatra sebagai Bencana Nasional demi pencairan dana.
- Iqbal menyoroti lambatnya bantuan pasca-kejadian di Langkat dan Padang, menyoroti kerusakan psikologis dan ekonomi warga.
- Kerusakan masif terjadi di tiga provinsi, menyebabkan krisis infrastruktur seperti listrik, air bersih, dan kelangkaan BBM.
Suara.com - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Iqbal, mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra sebagai Bencana Nasional.
Desakan ini disampaikan Iqbal menanggapi lambatnya penanganan dan kekhawatiran pemerintah terkait dampak status bencana terhadap sektor pariwisata.
Dalam perbincangan di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Iqbal menyoroti pernyataan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang sempat mengkhawatirkan penetapan status bencana nasional akan membuat wisatawan takut berkunjung.
“Saya kira ini pertanyaan besar, tetapi kan Pak Tito Kemendagri berstatement dia takut kalau ini berimbas ke parawisata di daerah lain,” ucapnya.
“Padahal sebenarnya kita bisa mengumumkan bahwa bencana nasional maksudnya bukan seluruh Indonesia. Tapi ini hanyalah bagian dari secara ketatanegaraan agar dana bisa diturunkan,” ujar Iqbal, dikutip pada Senin (8/12/2025).
Iqbal, juga mengungkapkan lokasi bencana di Langkat, Sumatera Utara, dan Padang, Sumatera Barat, menggambarkan kondisi lapangan yang memprihatinkan.
Ia menyebut pemulihan akan memakan waktu panjang karena dampak psikologis dan ekonomi yang berat bagi warga.
“Ibu-ibu menangis, ayah tidak bisa berbuat apa-apa karena ternaknya habis, lahan pertaniannya tergenang air. Yang mereka ceritakan adalah setelah 3 hari kejadian baru bantuan datang, itu pun tidak menyeluruh,” ungkapnya.
Iqbal kemudian memaparkan data kerusakan yang masif di tiga provinsi.
Baca Juga: Korban Tembus 770 Jiwa, Muzani Beberkan 'Kalkulasi' Pemerintah Soal Status Bencana Nasional
Di Sumatera Barat, dari 19 kabupaten/kota, sebanyak 17 di antaranya terdampak. Sementara di Sumatera Utara dan Aceh, masing-masing terdapat 10 kabupaten/kota yang terkena bencana.
Kondisi parah juga dilaporkan terjadi di Sibolga dan Agam.
Kerusakan infrastruktur memicu efek domino, mulai dari krisis listrik dan air bersih, hingga kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menyebabkan antrean panjang.
“Teman-teman di Aceh kesulitan listrik dan air bersih karena banyak infrastruktur rusak. Ini menyebabkan stres dan masyarakat menjadi sangat sensitif,” jelas Iqbal.
Merespons kondisi ini, PKS bersama masyarakat sipil telah turun tangan mendirikan posko bantuan.
Namun, Iqbal menegaskan bahwa sumber daya pemerintah jauh lebih dibutuhkan.
Berita Terkait
-
Korban Tembus 770 Jiwa, Muzani Beberkan 'Kalkulasi' Pemerintah Soal Status Bencana Nasional
-
Ketua MPR Ungkap Alasan Pemerintah Belum Naikkan Status Bencana di Sumatera
-
Pendidikan Pasca Banjir Sumatra, JPPI: Banyak Sekolah Terendam Lumpur Hingga Hilang Terbawa Arus
-
Gus Miftah Sebut Bencana Sumatra Layak Jadi Bencana Nasional, Ajak Introspeksi Massal
-
Pemda Tak Kuat Atasi Banjir Sumatra, DPR Dorong Pusat Ambil Alih Lewat Status Bencana Nasional
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Analis: Perang Iran Tak Kunjung Usai, Siapa yang Paling Untung?
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran
-
Adu Domba AS-Israel? Iran Bantah Rudal Mereka Serang Turki, Erdogan Buka Suara
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Dituding Pendukung Iran, Remaja Israel Anti Perang: Kami Lebih Takut Fasis dibanding Rudal
-
Indonesia Disebut Jadi Tempat Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Begini Analisis Pakar UGM
-
Terjaring OTT Proyek Daerah, Kasus Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Segera Disidang
-
Israel Porak-poranda Dibom Iran, Tunggu Waktu Kehancuran Zionis
-
Bias AI Matikan Karier Perempuan: Diam-diam Robot Hilangkan Wanita Profesional