- Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menolak tawaran jabatan menteri demi mengurus partai.
- Penolakan ini disampaikan saat seminar Hari Anti Korupsi Sedunia di Sekolah Partai PDIP, Jakarta.
- Fokus mengurus partai dianggap Hasto sebagai kontribusi penting pencegahan korupsi bangsa.
Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengungkapkan, alasan pribadinya enggan menduduki kursi pejabat negara, termasuk posisi menteri.
Ia mengaku lebih memilih untuk mengabdikan diri sepenuhnya mengurus partai demi menghindari godaan jabatan.
Hal itu disampaikan Hasto dalam Seminar Nasional Refleksi Hari Anti Korupsi Sedunia di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025).
Ia menegaskan komitmennya untuk fokus menjalankan tugas-tugas kepartaian.
Menurutnya, jika partai mampu melakukan pembenahan secara sistematis, maka PDIP bisa menjadi kontributor penting dalam pencegahan korupsi di Indonesia.
Alasan inilah yang mendasari keputusannya menolak tawaran masuk kabinet.
"Maka dari situlah saya berjanji saya enggak mau jadi pejabat negara. Takut enggak tahan godaan. Maka ditawari menjadi Menteri dua kali saya enggak mau," kata Hasto.
Dalam kesempatan tersebut jugq, Hasto mengakui bahwa dirinya pernah menjadi pejabat negara saat menjabat sebagai anggota Dewan.
Namun, ia memilih untuk mencukupkan pengabdiannya di parlemen hanya dalam satu periode.
Baca Juga: DPR Usul Presiden Bentuk Kementerian Bencana: Jadi Ada Dirjen Longsor, Dirjen Banjir
Bagi Hasto, berkiprah di jalur politik praktis melalui partai juga merupakan bentuk pengabdian yang setara nilainya dengan pejabat publik.
“Saya tidak mau menjadi pejabat negara karena apa? Membangun institusi partai politik itu juga bagian dari dedikasi bangsa dan negara. Itu pilihan saya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Prabowo Bakal Siapkan 6 KEK Baru di 2026
-
Zulhas Bantah Jadi Biang Kerok Banjir Sumatera
-
DPR Usul Presiden Bentuk Kementerian Bencana: Jadi Ada Dirjen Longsor, Dirjen Banjir
-
Kunjungi Yogyakarta, PM Timor Leste Xanana Gusmao Bertemu Sri Sultan HB X
-
Mendag Busan Mulai Kecangkan Ikat Pinggang Jaga Pasokan Bahan Pokok Saat Nataru
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis