Suara.com - Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi mengatakan, bencana yang terjadi tiga provinsi terdampak banjir, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdampak langsung pada terganggunya pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk).
Oleh karena itu, Ditjen Dukcapil segera melakukan langkah cepat, antara lain berupa Pemetaan wilayah kabupaten/kota terdampak, Pendataan sarana dan prasarana layanan, Pendataan penduduk terdampak, serta pendataan kebutuhan mendesak, termasuk blangko KTP-el dan perlengkapan layanan lainnya seperti akses internet Starlink, panel surya, ribbon, dan film juga akan disiapkan untuk memperkuat layanan di daerah.
Hal ini dikemukakannya dalam rapat dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting dengan melibatkan jajaran internal Ditjen Dukcapil serta Dinas Dukcapil provinsi, dan kabupaten/kota terdampak, di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Dukcapil harus hadir di tengah warga, meski dalam kondisi darurat,” tegas Dirjen dalam rapat tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Ditjen Dukcapil menurunkan tim pusat ke lokasi terdampak. Untuk Provinsi Aceh diturunkan sebanyak 16 personel dengan koordinator: Direktur Bina Aparatur Dukcapil, Erliani Budi Lestari, dan Direktur Pendaftaran penduduk dan Pencatatan Sipil Muhammad Farid. Adapun penugasan tim tersebut berada di Kabupaten Aceh Tamiang (5 personel), Aceh Timur (4 personel), Langsa (5 personel).
Provinsi Sumatera Utara sebanyak 14 personel dengan Koordinator Tim Direktur PIAK Brigjen (Pol) M. Nuh Al Azhar, dan Direktur Integrasi Data Kependudukan Daerah, Agus Irawan. Tim ini terbagi daerah penugasannya, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah (4 personel), Tapanuli Utara (4 personel), dan Sibolga (4 personel).
Untuk Provinsi Sumatera Barat diterjunkan sebanyak 14 personel dengan Koordinator Sesditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam, dan Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional, Handayani Ningrum. Tim bertugas di Kabupaten Padang Pariaman (4 personel), Solok (4 personel), dan Agam (4 personel).
Untuk setiap provinsi, Tim Ditjen Dukcapil akan berkolaborasi dgn Dinas Dukcapil provinsi, dan Disdukcapil kabupaten/kota di lokasi bencana dan Disdukcapil sekitarnya. Layanan ini juga merupakan tindak lanjut lantaran sebelumnya sudah dimulai di sejumlah titik bencana, termasuk membantu identifikasi korban dengan memindai sidik jari yang langsung terkoneksi database Dukcapil.
Menanggapi hal tersebut, Menteri dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah segera membuka posko layanan darurat di lokasi terdampak, dengan fokus pada pergantian dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat banjir.
Baca Juga: Digitalisasi Adminduk Selamatkan Triliunan Dana Bansos, Mendagri: Dukcapil Harus Lebih Agresif!
“Dokumen kependudukan adalah hak dasar warga. Dalam kondisi bencana, negara harus hadir untuk memastikan identitas dan akses layanan publik tetap terjamin,” tegasnya.
Selain dokumen kependudukan, Mendagri juga mengimbau Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk menyiapkan layanan cetak ulang ijazah yang rusak atau hilang.
"Semua layanan pergantian dokumen kependudukan dan dokumen pendidikan ini gratis sehingga diharapkan dapat membantu korban banjir, khususnya pelajar dan mahasiswa, agar tidak terhambat dalam melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan," kata Mendagri, usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12/2025) lalu.
Dengan penugasan pemerintah ini, Ditjen Dukcapil Kemendagri memastikan bahwa masyarakat terdampak tetap mendapatkan layanan Adminduk secara maksimal, termasuk pergantian dokumen kependudukan yang rusak atau hilang akibat bencana. Kehadiran tim pusat diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan dasar dan menjamin hak identitas warga tetap terlindungi. ***
Berita Terkait
-
Digitalisasi Adminduk Selamatkan Triliunan Dana Bansos, Mendagri: Dukcapil Harus Lebih Agresif!
-
Dana Pemda Rp 234 T Mengendap di Bank, Anggota DPR Soroti Kinerja Pemda dan Pengawasan Kemendagri
-
Khawatir Gejolak Sosial, Komisi II DPR Minta Mendagri Setop Efisiensi Transfer Dana ke Daerah
-
Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Sambangi Warga Terdampak Banjir
-
Kemendagri Memperoleh Penghargaan Dari Ombudsman RI, Dinilai Patuh Selenggarakan Pelayanan Publik
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Ekonom Sentil Negara Sibuk Biayai Program Besar, Daya Beli Rakyat Dibiarkan Ambruk
-
Hakim Militer Perintahkan Video dan Tumbler Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dimusnahkan
-
Butuh Rp667 T Tapi Hanya Dipatok Rp139 T, Menhan Usulkan Tambahan Anggaran Rp195 T ke DPR untuk 2027
-
Prabowo Ungkap Target Besar Kesehatan Nasional, 350 Rumah Sakit Akan Dimodernisasi
-
Konservasi atau Pertumbuhan Ekonomi? Penelitian Ungkap Kita Tak Harus PIlih Salah Satu
-
Ketum TP PKK Ajak Para Pengurus & Kader PKK Pahami Pentingnya Literasi Keuangan di Tingkat Keluarga
-
KPK Geledah Tiga Lokasi Terkait Kasus Silmy Karim, Sita Dokumen hingga Uang Tunai
-
Disorot Karena Urusi Begal, KSAD TNI: Begal Takut Lihat Tentara!
-
KSP Dudung Abdurachman Ungkap Nasib Motor Listrik BGN Senilai Rp1,03 Triliun
-
Pramono Ancam Blacklist Pelaku Vandalisme Lift JPO Lenteng Agung