Suara.com - Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol. (P) Tito Karnavian resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan Lembaga Pengguna Pusat di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Selasa (9/12/2025) malam.
Rakornas tahun ini mengusung tema: “Penguatan Tata Kelola Data Kependudukan dan Keamanan Digital melalui Pemanfaatan IKD serta Kolaborasi antar Lembaga Mendukung Implementasi DPI.”
Dalam pidato pengarahannya, Mendagri Tito mengapresiasi Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi beserta jajaran atas terselenggaranya Rakornas yang berhasil mempertemukan seluruh pihak dalam ekosistem kependudukan, dari hulu hingga hilir.
“Dari 514 Dinas Dukcapil kabupaten/kota, mereka menginput data kependudukan setiap hari yang bergerak dinamis dan masuk ke server big data Ditjen Dukcapil. Data ini kemudian dimanfaatkan oleh Kemendagri, lembaga pemerintah, maupun swasta,” ujarnya.
Mendagri menegaskan bahwa cakupan data kependudukan Indonesia telah mencapai 97 persen dari total 286 juta jiwa, namun masih ada sekitar 2 juta orang yang belum terekam biometriknya. “Saya belum puas dengan capaian 97 persen. Mestinya bisa 99 koma sekian persen. Dukcapil jangan pasif menunggu orang datang, harus lebih agresif jemput bola, termasuk bagi masyarakat marginal dan rentan adminduk,” tegas Tito.
Ia juga menyoroti pentingnya pelayanan bagi diaspora Indonesia yang jumlahnya lebih dari 10 juta jiwa. Kini, administrasi kependudukan dapat dilayani di 120 perwakilan RI di luar negeri, sehingga diaspora tidak perlu kembali ke tanah air untuk memperpanjang KTP-el atau mengurus dokumen kependudukan.
Tantangan Digitalisasi dan Infrastruktur
Dalam arahannya, Mendagri menekankan perlunya penguatan infrastruktur digital Dukcapil. “Pemanfaatan data terus meningkat, sementara 2-3 tahun lalu kapasitas data center masih sama sejak 2013. Bandwidth terbatas membuat sistem lambat. Sekarang backup dan sistem keamanan kita terus perkuat,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah solusi pendanaan data center dapat dilakukan melalui PNBP pemanfaatan data, meski saat ini hanya 20 persen dana yang dikembalikan ke Dukcapil. Alternatif lain adalah melalui dana pinjaman/hibah luar negeri (PHLN) dari Bank Dunia yang difokuskan untuk penguatan sistem dan keamanan data.
Data sebagai Kekuatan
Pada bagian lain, Mendagri mencontohkan dampak digitalisasi terhadap program bantuan sosial.
Baca Juga: Percepat Penanganan, Mendagri Ajak Pemda Bantu Daerah Terdampak Bencana
“Sebelum digitalisasi, kebocoran bansos bisa mencapai 70 persen. Setelah digitalisasi program Perlindungan Sosial (Perlinsos) turun menjadi 28 persen. Artinya, kita menyelamatkan 50 persen dana bansos senilai ratusan triliun rupiah. This is the power of data,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keamanan digital dalam mendukung penegakan hukum.
“Saat saya masih Kapolri mengusut Bom Bali 2002, data tersangka butuh waktu lama untuk dicocokkan. Tapi saat bom bunuh diri di Kampung Melayu, dengan memanfaatkan data Dukcapil dalam hitungan detik kita sudah tahu identitas pelaku. Itulah kekuatan integrasi data Dukcapil,” ujarnya.
Dalam arahan penutup, Mendagri menegaskan agar jajaran Dukcapil di daerah harus lebih agresif dalam perekaman data, terutama bagi wajib KTP-el usia 17 tahun dan cakupan layanan adminduk lainnya. Juga memperkuat sistem keamanan data, serta menghindari pungli.
“Dukcapil di hulu harus jemput bola, di hilir harus memperkuat sistem untuk membantu pemerintah maupun swasta. Semua ini demi tata kelola data kependudukan yang modern, aman, dan mendukung transformasi digital Indonesia,” pungkas Tito. ***
Berita Terkait
-
Penasihat DWP Kemendagri Tri Tito Karnavian Tegaskan Kualitas Manusia Indonesia: Mulai dari Keluarga
-
Mendagri Tito: Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Diberhentikan Sementara Selama Tiga Bulan
-
Pengamat Dukung Langkah Mendagri Tito Periksa Bupati Aceh Selatan: Perlu Disanksi Tegas
-
Gebrakan Mendagri Tito untuk Geopark Disambut Baik Ahli: Kunci Sukses di Tangan Pemda
-
Tri Tito Lantik Anggieta Bestari Tabo sebagai Ketua TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Papua Pegunungan
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan
-
Bebas Eksplorasi Aroma, Begini Cara Baru Menemukan Parfum yang Cocok
-
Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna
-
2 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung di Akhir Juli dan Awal Agustus 2026, Siap Panen Rezeki
-
Detik-detik Motor PCX Tersenggol dan Terlindas Bus TransJakarta di Sudirman
-
Bambang Pamungkas Bela Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026
-
Wisata Kuliner Dunia Sambil Belanja, Tren Baru yang Makin Diminati Masyarakat Serang
-
Bagaimana Cara Mengatasi Bedak yang Terlalu Putih? Akali dengan Produk Ini