- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menanggapi tudingan laporan bohong (ABS) mengenai progres pemulihan listrik Aceh.
- Bahlil menyatakan data 93% pemulihan listrik disampaikan berdasarkan laporan teknis resmi dari PT PLN.
- Ia menjelaskan perbedaan hasil lapangan terjadi karena adanya kendala teknis tak terduga pada jaringan gardu induk.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya angkat bicara mengenai tudingan publik yang menyebutnya telah memberikan laporan bohong atau "Asal Bapak Senang" (ABS) kepada Presiden Prabowo Subianto.
Tudingan terhadap Bahlil ini mencuat setelah laporannya mengenai progres pemulihan listrik di Aceh yang terdampak bencana dinilai tidak sesuai dengan kenyataan pahit di lapangan.
Bahlil secara gamblang membeberkan kronologi mengapa ia menyampaikan angka persentase nyala listrik yang menjadi sorotan tersebut.
Ia menegaskan, data yang dilaporkannya kepada Presiden Prabowo dalam rapat terbatas (ratas) bukanlah karangannya sendiri, melainkan laporan teknis resmi yang ia terima langsung dari pihak PT PLN (Persero).
Menurutnya, sebelum menghadap presiden, ia telah menggelar rapat persiapan bersama jajaran direksi PLN dan Pertamina untuk mengumpulkan data valid terkait penanganan energi di lokasi bencana.
"'Ya, yang pertama, kami dapat memahami perasaan dari saudara-saudara kami yang masih dalam bencana. Sesungguhnya malam itu adalah ratas, di mana ratas itu sebelumnya saya melakukan rapat dengan PLN, dengan Pertamina, saya sebagai Menteri ESDM meminta laporan dari, baik Pertamina maupun PLN," tutur Bahlil usai memberikan arahan dalam Bimbingan Teknis Anggota DPRD Fraksi Partai Golkar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).
Dalam rapat internal itulah, kata Bahlil, pihak PLN memaparkan proyeksi pemulihan jaringan listrik di Aceh. Angka optimistis 93% pemulihan disebut akan tercapai dalam waktu singkat.
"Dan waktu itu, PLN melaporkan kepada saya bahwa rasio elektrifikasi itu nanti di tanggal 7, hari Minggu malam, hari Senin paling lambat itu sudah mencapai 93 persen," kata Bahlil.
Berpegang pada laporan teknis tersebut, Bahlil kemudian meneruskannya kepada Presiden Prabowo sebagai laporan resmi dari sektor ESDM.
Baca Juga: Bupati Lampung Tengah Kena OTT KPK, Ketum Golkar Bahlil: Saya Belum Dapat Info
Ia menekankan bahwa PLN adalah pihak yang paling menguasai detail teknis di lapangan, sehingga laporannya menjadi dasar utama.
"Atas dasar laporan karena mereka yang kuasai teknis, teman-teman PLN yang menguasai teknis, atas laporan itu kemudian dirapatkan dalam tim bencana, kemudian saya melaporkan kepada Bapak Presiden dan itu juga dilaporkan oleh PLN. Kira-kira itu ceritanya," jelas Bahlil.
Menanggapi adanya perbedaan antara laporan dan kondisi riil, Bahlil mengajak semua pihak untuk tidak saling menyalahkan.
Ia menjelaskan bahwa terjadi kendala teknis tak terduga di lapangan yang menyebabkan target dari PLN meleset.
"Tapi tidak usah kita menyalahkan siapa-siapa, karena sesungguhnya kalau tidak ada kendala di bagian elektrifikasi, di gardu induk yang dari Bireuen ke Banda Aceh, itu clear, tapi kan ya namanya saja kondisinya susah untuk diprediksi. Begitu," kata Bahlil.
Berita Terkait
-
Bupati Lampung Tengah Kena OTT KPK, Ketum Golkar Bahlil: Saya Belum Dapat Info
-
5 Rekomendasi Mobil Listrik Kecil untuk Pemula: Irit, Praktis, dan Mudah Dikendarai
-
Tinjau Lokasi Banjir Aceh, Menteri Ekraf Terima Keluhan Sanitasi Buruk yang 'Hantui' Pengungsi
-
Pemulihan Bertahap RSUD Muda Sedia: Kapan Layanan Operasi dan Rawat Jalan Kembali Normal?
-
Keluarga Jadi Korban Banjir Aceh, Faul Gayo Ceritakan Perjuangan Mereka
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Nyawa Donald Trump Terancam, Keamanan Gedung Putih Jebol Diteror Mobil Van
-
Dari Semua Penjuru Mata Angin, Rudal Iran dan Roket Hizbullah Hantam Wilayah Israel
-
Spanyol Tarik Permanen Dubes dari Israel, Ketegangan Diplomatik Makin Memanas
-
Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
-
Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!
-
Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
-
Memahami Status Siaga 1 TNI: Ancaman Global, Kritik Pengamat, dan Apa Dampaknya bagi Publik?
-
Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah Diminta Gus Ipul Segera Dipercepat
-
Perkuat Pendidikan, Wamensos Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat Maybrat
-
Anies Ingatkan Indonesia Tak Boleh Bungkam di Tengah Ketidakadilan Global: Ada Kontrak dengan Dunia