Suara.com - Pemerintah mulai membangun fondasi baru dalam penyediaan layanan publik berbasis gizi melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Bukan sekadar proyek konstruksi, SPPG dirancang sebagai infrastruktur layanan negara yang menstandarkan produksi makanan bergizi dalam skala besar, khususnya untuk mendukung kebutuhan anak sekolah secara berkelanjutan.
Pembangunan SPPG tahun 2025 dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan skema pengadaan terpusat. Langkah ini diambil mengingat terbatasnya sisa waktu tahun anggaran, sekaligus untuk memastikan kualitas bangunan dan spesifikasi teknis dapat diterapkan secara seragam di seluruh wilayah.
Direktur Inspektur Dukungan Perekonomian, Peribadatan, Kesehatan, Olahraga, dan Sosial Budaya DJPS, Tanozisochi Lase menyampaikan bahwa pekerjaan pembangunan SPPG dibagi ke dalam beberapa paket berdasarkan sebaran lokasi. Pada tahap awal, pemerintah telah menyepakati dua paket fisik dan dua paket supervisi pembangunan.
Paket SPPG 1 mencakup 78 lokasi yang tersebar di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Seribu, Jambi, dan Sumatera Selatan. Paket ini memiliki nilai kontrak sekitar Rp 639,23 miliar, dan pekerjaan supervisi dengan nilai kontrak Rp 7,31 miliar.
Sementara itu, Paket SPPG 2 meliputi 74 lokasi di Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Pelaksanaan konstruksi tersebut memiliki nilai kontrak Rp 581,23 miliar, dan kontrak supervisi senilai Rp 6,31 miliar. Adapun paket pembangunan lainnya dijadwalkan akan menyusul pada tahap berikutnya.
Dari sisi teknis, DJPS menetapkan prototipe bangunan SPPG dengan standar dapur layanan publik yang ketat. Material bangunan dirancang aman terhadap bakteri dan jamur, area memasak dilengkapi lapisan tahan api, serta lantai menggunakan epoxy untuk menjaga higienitas. Setiap unit juga dilengkapi sistem tata udara, filter air bersih, instalasi pengolahan limbah, serta perlengkapan pemadam kebakaran.
Pendekatan konstruksi modular diterapkan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan tanpa mengorbankan kualitas. Dengan desain tersebut, SPPG diharapkan dapat beroperasi sebagai fasilitas dapur modern yang andal, efisien, dan mudah direplikasi di berbagai daerah dengan karakteristik berbeda.
Melalui pembangunan SPPG, DJPS tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi membangun standar baru layanan publik di bidang gizi. Infrastruktur ini menjadi dasar bagi negara untuk memastikan pelayanan makanan bergizi dapat dijalankan secara konsisten, terukur, dan setara di seluruh wilayah Indonesia. ***
Baca Juga: SPPG Dorong Transformasi Layanan Publik untuk Perkuat Akses Gizi Anak Sekolah
Berita Terkait
-
SPPG Dorong Transformasi Layanan Publik untuk Perkuat Akses Gizi Anak Sekolah
-
Waka BGN Minta Maaf Usai Dadan Dianggap Tak Berempati: Terima Kasih Rakyat Sudah Mengingatkan
-
SPPG Turut Berkontribusi pada Perputaran Ekonomi Lokal
-
Dukung Program MBG: SPPG di Aceh, Sumut, dan Sumbar Siap Dibangun Kementerian PU
-
Kementerian PU Tandatangani Kontrak Pekerjaan Pembangunan Gedung SPPG di 152 Lokasi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka