Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan di berbagai daerah di Indonesia. Seiring dengan beroperasinya lebih dari 17.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), nilai ekonomi yang berputar dari rantai pasok bahan pangan diperkirakan telah mencapai Rp52 triliun. Angka tersebut menggambarkan bagaimana sebagian pembangunan SPPG yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) memainkan peran penting dalam menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian.
Dengan beroperasinya dapur layanan gizi di hampir seluruh kabupaten/kota, kebutuhan bahan pangan seperti telur, ayam, sayuran, dan produk pertanian lainnya meningkat secara signifikan.
Banyak peternak dan petani lokal kini merasakan manfaat ekonomi langsung karena produk mereka terserap untuk memenuhi pasokan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah. Kondisi yang dulu kerap terjadi seperti surplus telur yang tidak terserap pasar kini mulai menunjukkan perubahan positif seiring meningkatnya permintaan dari SPPG.
Di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, pemerintah mendorong masyarakat untuk terus memperkuat produktivitas sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai bagian dari upaya mencapai kemandirian pangan nasional. Dorongan ini selaras dengan arah kebijakan pembangunan infrastruktur DJPS yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik SPPG, tetapi juga memastikan bahwa fasilitas tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui rantai pasok yang sehat, adil, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, perputaran ekonomi sebesar Rp52 triliun ini juga menjadi indikator bahwa pembangunan infrastruktur layanan gizi memiliki dampak lebih luas dibanding fungsi utamanya sebagai penyedia makanan bergizi. Kehadiran SPPG membuka peluang bisnis bagi UMKM pangan, koperasi desa, jaringan distribusi logistik, hingga penyedia peralatan dapur dan pengemasan.
DJPS melihat fenomena ini sebagai bukti bahwa pembangunan prasarana sosial dapat menciptakan ekosistem ekonomi baru yang tersebar merata hingga tingkat desa.
Gelaran BIG Conference 2025, yang mempertemukan pelaku usaha, ekonom, dan pemerintah, juga menegaskan bahwa tantangan dan peluang ekonomi 2026 akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan Indonesia menjaga stabilitas rantai pasok pangan termasuk melalui peran SPPG sebagai simpul layanan gizi nasional. Melalui penguatan infrastruktur yang dikerjakan DJPS, pemerintah memastikan program MBG tidak hanya menjadi intervensi sosial, tetapi juga motor pertumbuhan ekonomi rakyat.
Dengan SPPG yang dibangun Kementerian PU, DJPS percaya bahwa dampak positif terhadap ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat. Ke depan, pembangunan dapur layanan gizi akan terus diarahkan tidak hanya untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan yang sehat, tetapi juga untuk memperkuat ekosistem produksi pangan nasional sebagai fondasi menuju kedaulatan ekonomi.***
Baca Juga: Dukung Program MBG: SPPG di Aceh, Sumut, dan Sumbar Siap Dibangun Kementerian PU
Berita Terkait
-
Dukung Program MBG: SPPG di Aceh, Sumut, dan Sumbar Siap Dibangun Kementerian PU
-
Kementerian PU Tandatangani Kontrak Pekerjaan Pembangunan Gedung SPPG di 152 Lokasi
-
SPPG, Infrastruktur Baru yang Menghubungkan Negara dengan Kehidupan Sehari-Hari Anak Indonesia
-
SPPG Dibangun dengan Konsep One-Flow Direction dan Sistem Cold Chain Modern
-
Setiap Provinsi Akan Punya Dapur MBG, Kementerian PU Percepat Pembangunan SPPG
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Antisipasi Dampak ke Jokowi Jadi Alasan PSI Terima Pengunduran Diri Ade Armando
-
Kabur ke Bogor, Motif Pelaku Bacok Karyawan Roti di Cengkareng Ternyata Gara-gara Nyaris Senggolan!
-
Uji Publik RUU Hak Cipta: AI dan Royalti Jadi Fokus
-
KPK Dalami Kasus Maidi, Tiga Kepala Dinas Pemkot Madiun Diperiksa
-
KPAI Tekan Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
-
Inflasi April Terkendali 2,42%, Kemendagri Minta Daerah Jangan Lengah
-
Prabowo Sahkan Perpres Kesejahteraan Hakim Ad Hoc, Sahroni Ikut Sorot Jaksa di Daerah Terpencil
-
Bantah Sengaja Lawan Arus, Kadispenad Sebut Mobil Dinas TNI Berpelat 1-45 Terjebak Macet
-
Karena Ini, Transjakarta Tutup Sementara Halte Manggarai Mulai Besok
-
Senggolan Berujung Maut, Pelaku Pembacokan Pegawai Pabrik Roti di Cengkareng Diciduk Polisi