Suara.com - Pembangunan infrastruktur nasional kini tidak lagi semata difokuskan pada jalan, jembatan, atau bendungan. Pemerintah mulai memperluas arah kebijakan ke infrastruktur sosial, salah satunya melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dapur layanan publik untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah. Pada 2025, ratusan unit SPPG mulai dibangun di berbagai wilayah dengan dukungan anggaran triliunan rupiah.
Melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah menyiapkan pembangunan lebih dari 150 gedung SPPG yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Total nilai kontrak pembangunan tahap awal mencapai sekitar Rp1,23 triliun, mencakup pekerjaan fisik dan supervisi konstruksi.
Paket pembangunan dibagi berdasarkan sebaran wilayah. Paket SPPG 1 mencakup 78 lokasi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Seribu, Jambi, dan Sumatera Selatan. Sementara itu, Paket SPPG 2 meliputi 74 lokasi di Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, serta Kalimantan Barat, Tengah, Timur, dan Selatan, dengan nilai kontrak sekitar Rp581 miliar. Paket pembangunan lanjutan dijadwalkan menyusul pada tahap berikutnya.
SPPG dirancang sebagai dapur modern terstandar yang mampu memproduksi ratusan hingga ribuan porsi makanan per hari, menyesuaikan kebutuhan masing-masing daerah. Setiap bangunan dilengkapi fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), ruang pengolahan higienis, sistem tata udara, filter air bersih, serta instalasi pengolahan limbah. Alur produksi dirancang satu arah untuk meminimalkan risiko kontaminasi silang.
Pembangunan infrastruktur nasional kini tidak lagi semata difokuskan pada jalan, jembatan, atau bendungan. Pemerintah mulai memperluas arah kebijakan ke infrastruktur sosial, salah satunya melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dapur layanan publik untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah. Pada 2025, ratusan unit SPPG mulai dibangun di berbagai wilayah dengan dukungan anggaran triliunan rupiah.
Melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah menyiapkan pembangunan lebih dari 150 gedung SPPG yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Total nilai kontrak pembangunan tahap awal mencapai sekitar Rp1,23 triliun, mencakup pekerjaan fisik dan supervisi konstruksi.
Paket pembangunan dibagi berdasarkan sebaran wilayah. Paket SPPG 1 mencakup 78 lokasi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Seribu, Jambi, dan Sumatera Selatan. Sementara itu, Paket SPPG 2 meliputi 74 lokasi di Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, serta Kalimantan Barat, Tengah, Timur, dan Selatan, dengan nilai kontrak sekitar Rp581 miliar. Paket pembangunan lanjutan dijadwalkan menyusul pada tahap berikutnya.
SPPG dirancang sebagai dapur modern terstandar yang mampu memproduksi ratusan hingga ribuan porsi makanan per hari, menyesuaikan kebutuhan masing-masing daerah. Setiap bangunan dilengkapi fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), ruang pengolahan higienis, sistem tata udara, filter air bersih, serta instalasi pengolahan limbah. Alur produksi dirancang satu arah untuk meminimalkan risiko kontaminasi silang. ***
Baca Juga: SPPG yang Dibangun Kementerian PU Ditargetkan menjadi Standarisasi Dapur Gizi Nasional
Berita Terkait
-
SPPG yang Dibangun Kementerian PU Ditargetkan menjadi Standarisasi Dapur Gizi Nasional
-
SPPG Dorong Transformasi Layanan Publik untuk Perkuat Akses Gizi Anak Sekolah
-
Bencana Sumatra: Apa yang Salah dengan Cara Negara Berbicara ke Publik?
-
Bantah Tudingan Pemerintah Lambat, Seskab Teddy: Kami Sudah Bergerak di Detik Pertama Tanpa Kamera
-
SPPG Turut Berkontribusi pada Perputaran Ekonomi Lokal
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA