- PDIP menghormati proses hukum setelah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang ditangkap KPK melalui OTT.
- Partai mengingatkan KPK menjaga independensi dan keadilan dalam penegakan hukum kasus korupsi saat ini.
- PDIP menyatakan perilaku koruptif kader adalah tanggung jawab pribadi serta siap memberikan pendampingan hukum.
Suara.com - PDI Perjuangan (PDIP) langsung bereaksi keras pasca kadernya, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Partai berlambang banteng moncong putih ini menyatakan menghormati proses hukum, namun memberikan peringatan tegas agar KPK tidak menjadi alat politik.
Sikap resmi partai disampaikan oleh Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira.
Menurutnya, PDIP menyerahkan sepenuhnya kasus yang menjerat Bupati Bekasi dan juga Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang lebih dulu ditangkap, kepada mekanisme hukum yang berlaku.
"Secara prinsip PDI Perjuangan menghormati semua proses hukum, termasuk kasus yang terjadi pada kader PDI Perjuangan," kata Hugo saat dihubungi di Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Meski begitu, Andreas melontarkan sentilan tajam kepada lembaga antirasuah. Ia meminta KPK untuk berlaku adil, tidak tebang pilih, dan menjaga independensinya.
Menurutnya, publik saat ini bisa menilai sendiri bagaimana penegakan hukum korupsi berjalan, di mana ada indikasi kasus-kasus raksasa lain yang justru seolah dibiarkan lenyap.
Di sisi lain, partai menegaskan bahwa perilaku koruptif kadernya merupakan tanggung jawab individu, bukan cerminan institusi. Andreas memastikan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan jajaran pimpinan pusat tak pernah lelah mengingatkan seluruh kader yang bertugas di eksekutif maupun legislatif untuk menjauhi praktik korupsi.
"Kendatipun demikian, ada saja yang terjadi, dan kali ini terjadi pada Bupati Bekasi, yang pasti partai tidak pernah mengajarkan kadernya untuk korupsi," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Baca Juga: Bupati Bekasi Diciduk KPK, Pesta Suap Proyek Terbongkar di Pengujung Tahun?
Dengan demikian, ketika seorang kader terjerat kasus korupsi, hal itu murni menjadi pertanggungjawaban pribadinya di hadapan hukum.
Walaupun menyerahkan tanggung jawab secara personal, PDIP tidak akan lepas tangan sepenuhnya. Andreas menyebut partai siap memberikan pendampingan hukum bagi kadernya jika memang diminta.
Bantuan tersebut akan disalurkan melalui badan partai yang secara spesifik membidangi hukum.
"Namun demikian, partai tidak akan menyerah untuk tetap mendidik kader-kadernya untuk tidak melakukan tindakan-tindakan koruptif," ujar Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu.
Sebelumnya, KPK mengonfirmasi telah melakukan rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang berujung pada penangkapan Bupati Ade Kuswara Kunang.
Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah dari PDIP yang berurusan dengan KPK. Pada bulan November lalu, KPK juga telah menangkap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, terkait kasus dugaan suap yang mencakup pengurusan jabatan, proyek di RSUD dr. Harjono Ponorogo, hingga penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemkab Ponorogo.
Tag
Berita Terkait
-
Bupati Bekasi Diciduk KPK, Pesta Suap Proyek Terbongkar di Pengujung Tahun?
-
KPK Ungkap Ada Pihak yang Berupaya Melarikan Diri pada OTT di Kalsel
-
OTT KPK di Bekasi: Bupati Ade Kuswara Diduga Terima Suap Proyek
-
Kejaksaan Terseret OTT, Kajari Hulu Sungai Utara Diamankan KPK
-
KPK Sebut Tak Targetkan 3 OTT Dalam Sehari: Transaksi Terjadi Bersamaan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK