- Rocky Gerung menuntut audit ekologi nasional untuk mengungkap akar masalah kerusakan lingkungan sistemik yang melanda Indonesia.
- Legitimasi Presiden Prabowo terbayangi isu kontroversial seperti "fufufafa" dan dugaan ijazah palsu Wakil Presiden Gibran.
- Penanganan tumpukan masalah, termasuk bencana dan isu politik, membutuhkan transparansi dan sinyal kepemimpinan kuat dari presiden.
Suara.com - Rocky Gerung menyebut isu 'fufufafa' dan ijazah palsu terus membebani publik di tengah tumpukan masalah ekonomi dan reformasi
Pengamat politik Rocky Gerung melontarkan kritik tajam yang menyoroti tantangan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto di tengah bencana ekologis masif yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.
Menurut Rocky Gerung solusi parsial tidak lagi cukup, dan publik kini menuntut langkah fundamental berupa audit ekologi nasional untuk membongkar akar masalah kerusakan lingkungan.
Di saat yang sama, Rocky menilai legitimasi Presiden Prabowo terus dibayangi oleh isu-isu kontroversial warisan pilpres yang belum tuntas di benak publik, salah satunya fenomena "fufufafa".
Rocky menegaskan bahwa bencana alam yang terjadi bukan sekadar peristiwa musiman, melainkan puncak dari kerusakan sistemik yang membutuhkan pertanggungjawaban menyeluruh.
Analisis lokal, menurutnya, tidak akan pernah cukup untuk mengungkap skala masalah yang sebenarnya.
“Tentu itu mesti dianalisis dan analisis lokal ya hanya menghasilkan kesimpulan lokal. Itu sebabnya netizen menuntut atau masyarakat umum menuntut adanya audit nasional tentang kerusakan ekologi itu kan, itu artinya mesti semua pihak diperiksakan,” tegas Rocky melalui kanal YouTube-nya, Selasa (23/12/2025).
Ia mendesak pemerintah untuk bersikap transparan dan tidak defensif dalam menghadapi tuntutan ini.
Audit nasional, kata Rocky, adalah momentum untuk membuka siapa saja pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan, memanipulasi regulasi, hingga mengambil keuntungan dari industri ekstraktif yang merusak.
Baca Juga: Gatot Nurmantyo: Ancaman Terbesar Prabowo Bukan dari Luar, tapi Pembusukan dari Dalam
“Jadi enggak perlu baper sebetulnya kalau ada tuntutan untuk mengevaluasi banjir itu dari perspektif bencana nasional. Karena di di situ ada kejujuran dibuka seluas-luasnya. Siapa yang bertanggung jawab secara ekologi, siapa yang memanipulasi regulasi, siapa yang mengambil keuntungan dari ekstraktif indasi di Sumatera,” urainya.
Menurut Rocky, penanganan bencana ini menjadi pertaruhan reputasi dan legitimasi bagi Presiden Prabowo. Kegagalan dalam menyelesaikannya secara tuntas akan membuat kepercayaan publik merosot tajam tahun depan.
“Jadi saya anggap bahwa Presiden Prabowo sangat serius tentu karena ini adalah reputasi dia. Kalau dia gagal sebagai pemimpin untuk menyelesaikan bencana itu artinya mulai tahun depan itu legitimasinya akan turun,” jelasnya.
Namun, di tengah urgensi penanganan bencana dan masalah ekonomi, Rocky mengingatkan bahwa ada beban politik lain yang terus menggantung dan menjadi sorotan masyarakat sipil.
“Tetapi sekali lagi ada dua hal yang tetap menggantung di benak emak-emak, benak anak-anak muda, benak BEM. Kok ada dua soal yang jangan sampai hilang dari agenda setelah mitigasi bencana misalnya teratasi, setelah ekonomi bisa di negosiasikan untuk mencapai 6%,” lanjutnya.
Isu sensitif tersebut, menurut Rocky, berkaitan erat dengan kontroversi yang melibatkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Berita Terkait
-
Prabowo Mau Temui Donald Trump, Bahas 'Kesepakatan Baru' Tarif Dagang?
-
Gatot Nurmantyo: Ancaman Terbesar Prabowo Bukan dari Luar, tapi Pembusukan dari Dalam
-
Soroti Kunjungan Presiden, Dewi Perssik Bandingkan Banjir Aceh dan Jember: Masih Mending
-
Pastikan Keamanan Jalur Mudik Nataru, Kapolri: Tol Dipantau 24 Jam, Rekayasa Lalin Disiapkan
-
Program MBG Habiskan Anggaran Rp 52,9 Triliun, Baru Terserap 74,6% per Desember 2025
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi