- Presiden Prabowo meninjau Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026, didampingi Gubernur Mualem.
- Perusahaan Danantara membangun 600 unit hunian dengan fasilitas lengkap, 198 unit selesai per tanggal peninjauan.
- Setelah peninjauan, Prabowo memimpin rapat terbatas dengan 10 menteri kabinet dan pejabat daerah terkait.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kondisi dan fasilitas Rumah Hunian Danantara yang dibangun super cepat di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, pada hari Kamis (1/1/2026).
Kedatangan Prabowo bertujuan untuk melihat dari dekat setiap detail bangunan yang disiapkan bagi warga terdampak.
Didampingi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, Prabowo menyempatkan diri berinteraksi dan menyalami warga yang telah antusias menanti sebelum melangkah masuk ke area hunian.
Proyek yang pembangunannya dikebut sejak 24 Desember 2025 ini menjadi sorotan utama dalam kunjungan kerja tersebut.
Di lokasi, CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberikan penjelasan komprehensif mengenai progres dan kelengkapan fasilitas hunian.
Menurutnya, saat ini pihaknya tengah membangun 600 unit hunian yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar para penghuninya secara layak.
Fasilitas yang disediakan pun terbilang lengkap. Rosan merinci, hunian tersebut dilengkapi dengan lima unit rumah yang berbagi satu toilet dan kamar mandi, 14 dapur umum untuk kebutuhan memasak bersama, sebuah musala sebagai sarana ibadah, serta taman bermain untuk anak-anak.
Tak hanya itu, setiap unit hunian juga dipastikan nyaman dengan adanya fasilitas tempat tidur, kipas angin, hingga akses WiFi gratis untuk menunjang komunikasi dan kebutuhan digital para penghuni.
Pembangunan hunian ini menunjukkan progres yang sangat signifikan. Tercatat, sebanyak 198 unit telah rampung dibangun pada 1 Januari 2026.
Baca Juga: Prabowo: Pejabat Turun Dinyinyiri, Tak Turun Disalahkan, Kami Siap Dihujat
Ditargetkan, total 600 unit akan siap huni seluruhnya pada 8 Januari 2026. Ambisi Danantara tidak berhenti di situ, mereka menargetkan pembangunan bisa mencapai 15 ribu unit secara keseluruhan hanya dalam waktu tiga bulan.
Prabowo, yang tampak serius mengamati, kemudian menanyakan sejumlah detail teknis, termasuk material utama yang digunakan dalam pembangunan hunian tersebut.
"Ini dari seng ya?" katanya kepada Rosan Roeslani sebagaimana dilansir Antara.
Perbincangan hangat mengenai detail hunian pun berlanjut. Turut serta dalam diskusi tersebut Mualem, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria.
Setelah peninjauan, Prabowo langsung bergerak menuju satu ruangan khusus untuk memimpin rapat terbatas. Rapat penting ini dihadiri oleh 10 menteri kabinet, Gubernur Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, beserta jajaran terkait.
Rombongan yang menyertai Presiden Prabowo dalam kunjungan ini antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy I Wijaya, Menko AHY, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Berita Terkait
-
Prabowo: Pejabat Turun Dinyinyiri, Tak Turun Disalahkan, Kami Siap Dihujat
-
Mobilitas Warga Pulih, Jembatan Sementara Lawe Mengkudu Resmi Difungsikan
-
Prabowo Soal Bantuan Bencana: Pemerintah Terbuka, Asal Tulus dan Jelas Mekanismenya
-
Mendagri Tito Dampingi Presiden Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur di Tapanuli Selatan
-
Blak-blakan Prabowo, Ini Alasan Banjir Sumatra Tak Jadi Bencana Nasional
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004