- Gubernur DKI Jakarta mengumumkan revitalisasi Taman Semanggi pada 20 Februari 2026, ditargetkan selesai Juni 2027.
- Revitalisasi ini menghormati filosofi Soekarno tentang konektivitas dan estetika, menjadikannya ruang publik ikonik.
- Proyek senilai Rp134 miliar ini didanai swasta dan mitra akan mengelola kawasan tersebut selama 11,5 tahun.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi mengumumkan rencana revitalisasi besar-besaran Taman Semanggi, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/2/2026).
Proyek ini ditargetkan menjadi etalase baru bagi Jakarta yang jauh lebih modern dan tertata.
"Mulai dengan hari ini, sampai dengan mudah-mudahan tanggal 22 Juni tahun 2027," ujar Pramono di lokasi.
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini menjelaskan bahwa langkah revitalisasi merupakan bentuk penghormatan terhadap filosofi mendalam yang digagas oleh Presiden Soekarno pada tahun 1962.
"Empat helai daun semanggi menggambarkan fungsi, konektivitas, transformasi. Pada waktu itu oleh Bung Karno sudah disampaikan, dan juga estetika dan kehidupan," tutur Pramono.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ingin menjadikan kawasan seluas enam hektare tersebut sebagai ruang publik ikonik yang kelak dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
"Tempat ini akan menjadi tempat yang menggambarkan bahwa ada regenerasi dari gagasan-gagasan Bung Karno pada waktu itu, yang masih kontekstual dengan hari ini," papar Pramono.
Selain sisi estetika, fokus utama revitalisasi ini mencakup aspek keterhubungan serta pengaktifan kembali fungsi ruang terbuka bagi publik.
Meski akan mengalami perombakan total, ia menjamin bahwa seluruh proses pengerjaan tidak akan menghambat denyut nadi transportasi di jantung ibu kota tersebut.
Baca Juga: Harga Cabai di Jakarta Sedang 'Pedas' Sekali, Pramono: Dua Minggu ke Depan Pasti Normal
"Ini tidak mengganggu lalu lintas yang ada. Karena bagaimanapun ini adalah transportasi utama di Jakarta, etalase utamanya Jakarta," tegas Pramono.
Menariknya, pembangunan ruang terbuka hijau ini menelan biaya fantastis mencapai Rp134 miliar yang sepenuhnya tidak menggunakan dana APBD.
Pramono mengungkapkan bahwa dana tersebut bersumber dari kerja sama dengan mitra swasta, yang nantinya akan mengelola kawasan tersebut dalam jangka waktu tertentu.
"Mereka akan mengelola tempat ini kurang lebih 10 tahun, ditambah dengan pembangunan satu setengah tahun, jadi 11,5 tahun. Tapi, nama tempat ini tetap Semanggi. Supaya nggak salah, nama tempat ini tetap Semanggi, nggak ada perubahan," jelasnya.
Proyek monumental ini ditargetkan rampung sebelum Jakarta merayakan hari jadinya yang ke-500 pada Juni 2027 mendatang.
"Jadi, kami bisa menandai dengan dibangunnya Semanggi ini," pungkas Pramono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
Presiden Tetapkan Kepemimpinan Baru BPJS Ketenagakerjaan Periode 2026-2031
-
Dukung Syiar Islam, Yayasan Muslim Sinar Mas Wakafkan Ribuan Al-Quran ke PBNU
-
Usut Dugaan Korupsi di Lampung Tengah, KPK Panggil Irawan Budi Waskito ke Gedung Merah Putih
-
Modus Tuduhan Ludah Berujung Rampas Motor: Pemuda Sukabumi Dibegal di Jakpus, Rugi Rp18 Juta
-
Tuntutan Rp13,4 Triliun Tak Berdasar? Kerry Adrianto Ungkap Kejanggalan di Persidangan
-
Oknum Guru SLB di Yogyakarta Dipolisikan Atas Dugaan Pelecehan Seksual ke Siswi Sendiri
-
Sidang hingga Jam 4 Subuh, Pengacara Kerry Riza Ingatkan Penegakan Hukum Jangan Kejar Tayang
-
Kepesertaan BPJS Mendesak! Pekerja Informal Jadi Fokus Utama Pemerintah
-
Dino Patti Djalal Ingatkan Pemerintah Realistis di BoP, Soroti Risiko Stagnan
-
Jejak Mewah PK-RSS: Menag Nasaruddin Umar dalam Pusaran Polemik Jet Pribadi OSO