- Maraknya tawuran di Jakarta memunculkan usulan penataan ulang kawasan rawan konflik seperti Manggarai untuk solusi jangka panjang.
- Pemprov DKI terbuka menerima masukan masyarakat dan legislatif, menekankan pentingnya partisipasi seluruh ekosistem lokal.
- Pemprov DKI menargetkan pemberantasan total tawuran, didukung Satgas Jaga Jakarta dan penegakan hukum yang tegas oleh kepolisian.
Suara.com - Maraknya lagi tawuran di beberapa wilayah di Jakarta sejak beberapa hari lalu memantik wacana penataan ulang kawasan yang kerap menjadi arena pertarungan antar warga.
Usulan perombakan wilayah dianggap sebagai salah satu opsi solusi untuk memutus mata rantai konflik horizontal yang seolah tak berkesudahan, contohnya seperti di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim menegaskan bahwa Pemprov DKI sangat terbuka terhadap segala masukan konstruktif yang masuk.
Menurutnya, pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai ide yang datang dari masyarakat maupun legislatif demi menciptakan ketenteraman warga.
"Semua masukan dari berbagai pihak dan elemen masyarakat maupun parlemen, tentu jadi bahan pertimbangan untuk kemudian diformulasikan gagasan yang paling tepat dalam menanggulangi masalah tawuran ini," ujar Chico kepada wartawan, Senin (5/1/2026).
Kendati demikian, Chico menekankan bahwa racikan formula penanganan tawuran tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah semata.
Ia menyoroti urgensi keterlibatan aktif dari ekosistem lingkungan setempat untuk bersama-sama meredam potensi gesekan.
Sorotan tajam juga diarahkan kepada pihak-pihak eksternal yang disinyalir kerap menjadi "kompor" atau pemicu pecahnya keributan di lokasi tersebut.
"Yang pasti, yang paling penting adalah partisipasi dari semua pihak dibutuhkan. Termasuk warga sendiri, orang tua dari anak anak muda yang terlibat tawuran, pihak-pihak luar wilayah Manggarai yang selama ini terpantau melakukan provokasi," tegas Chico.
Baca Juga: Marak Tawuran Lagi di Jakarta, Stres di Pemukiman Padat Picu Emosi Warga?
Chico, mewakili Pemprov DKI, juga berharap aparat penegak hukum dapat mengambil langkah tegas terhadap para pelaku tawuran agar memberikan efek jera.
"Forkopimda, khususnya pihak kepolisian, tentu diharapkan tegas dalam menegakkan hukum namun terukur dalam proses penanganan di lapangan," pungkasnya.
Pemprov DKI sendiri sudah sejak bulan November 2025 kemarin mengadakan Satgas Jaga Jakarta untuk menangani isu kerawanan sosial seperti tawuran, konflik antarwarga, hingga kriminalitas.
Dari program tersebut, Pemprov DKI menargetkan pemberantasan total aksi tawuran, yang pada 2025 lalu masih tercatat sebanyak 440 kejadian dalam rilis akhir tahun Polda Metro Jaya.
Berita Terkait
-
Marak Tawuran Lagi di Jakarta, Stres di Pemukiman Padat Picu Emosi Warga?
-
Ini Kata Pemprov DKI soal Usulan Pencabutan Bansos Keluarga Pelaku Tawuran
-
Zero Tawuran 2026: Bisakah DKI Wujudkan Mimpi Besar Ini Setelah Insiden Manggarai Terbaru?
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
-
Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 5 Mobil Bekas Toyota Pengganti Avanza, Muat Banyak Penumpang dan Tahan Banting
- 27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Januari 2026: Ada Arsenal 110-115 dan Shards
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
Terkini
-
Markas Scam Jaringan Internasional di Sleman Digerebek, Karyawan hingga Kendaraan Diangkut Polisi
-
Sidang Vonis 15 Januari, Laras Faizati Minta Bebas dan Rayakan Ulang Tahun di Rumah
-
BPJPH Sediakan 1,35 Juta Sertifikat Halal Gratis untuk UMK 2026, Ini Kriterianya
-
7 Fakta Minyak Venezuela: Harta Karun yang Bikin AS Rela Kirim Pasukan Delta Force
-
Prabowo Jawab Tudingan Program MBG untuk Pilpres 2029: 'Selalu Berpikir Negatif'
-
Prabowo: Kritik Itu Bagus, tapi Fitnah dan Kebohongan Bisa Merusak Bangsa
-
Prabowo Ajak PDIP Kerja Sama Meski di Luar Pemerintahan, Dukung Pramono Jadi Gubernur DKI
-
Prabowo Sindir 'Pakar Podcast' yang Sok Tahu: Cek Pikiran Saya di Podcast!
-
Prabowo Anggap Kritik sebagai 'Pengaman': Saya Bersyukur Kalau Dikoreksi
-
Ada Proyek Pipa PAM, Rute Transjakarta 7D TMII-Pancoran Dialihkan ke Kampung Rambutan