- Tawuran pecah di Jakarta pasca tahun baru, khususnya di Manggarai, memicu sorotan publik dan komentar pengamat sosial.
- Pengamat menyarankan penataan fisik permukiman padat dan penyediaan aktivitas sosial positif sebagai solusi emosi warga.
- Pemprov DKI Jakarta menyatakan mempertimbangkan masukan publik sambil menuntut partisipasi masyarakat dan penegakan hukum tegas.
Suara.com - Pecahnya tawuran di beberapa wilayah Jakarta selepas pergantian tahun mendapat sorotan publik.
Hal itu tak lepas dari gesekan antar warga di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan yang sampai terjadi dua hari berturut-turut.
Pengamat social, Rissalwan Handy Lubis, pun sempat berkomentar mengenai kondisi pemukiman padat yang memicu tingkat stres tinggi pada warga sehingga mudah tersulut emosi.
Rissalwan menilai, penataan fisik kawasan dan penyediaan aktivitas sosial yang positif mutlak diperlukan agar energi warga dapat tersalurkan dengan baik.
"Harusnya ditata lah pemukiman di situ ya, kemudian diberikan aktivitas yang positif ya secara sosial, jadi energinya tersalur gitu," kata Rissalwan saat berbincang dengan Suara.com baru-baru ini.
Usulan ini dianggap sebagai salah satu upaya memutus rantai dendam lama dan konflik turun-temurun di wilayah rawan gesekan seperti Manggarai.
Tawuran Pecah di Manggarai
Seperti dibeirtakan, tawuran yang melibatkan warga Gang Tuyul RW 04 dan warga RW 012 kembali pecah di Terowongan Manggarai, Jalan Dr. Soepomo, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Kepolisian sampai harus menggunakan gas air mata untuk membubarkan tawuran.
Baca Juga: Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
"Iya pakai gas air mata biar cepat bubar," kata Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKBP Murodih kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Murodih mengatakan tujuan penggunaan gas air mata selain untuk membubarkan aksi tawuran, juga demi membuat situasi kondusif, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan.
"Biar cepat bubar dan tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan," ucapnya.
Pemprov DKI sendiri sudah sejak bulan November 2025 kemarin mengadakan Satgas Jaga Jakarta untuk menangani isu kerawanan sosial seperti tawuran, konflik antarwarga, hingga kriminalitas.
Berita Terkait
-
Zero Tawuran 2026: Bisakah DKI Wujudkan Mimpi Besar Ini Setelah Insiden Manggarai Terbaru?
-
Rumah Bedeng di Tanjung Duren Terbakar, 13 Unit Damkar Dikerahkan
-
Gerakan Indonesia Cerah Optimis Transformasi Budaya Institusi Polri Terjadi di 2026
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
-
Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina