- Polisi sedang menyelidiki kematian tragis tiga anggota keluarga di Warakas, Tanjung Priok, dengan fokus pada pemeriksaan sepuluh saksi.
- Penyebab pasti kematian ibu dan dua anaknya masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk membuktikan dugaan keracunan.
- Anak sulung korban yang menemukan jasad keluarga menjadi saksi kunci utama dalam pengungkapan misteri kasus ini.
Suara.com - Tabir misteri yang menyelimuti kematian tragis satu keluarga di sebuah rumah kontrakan di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, perlahan coba diungkap polisi. Fokus penyelidikan kini tertuju pada pemeriksaan intensif terhadap 10 orang saksi, dengan anak sulung korban menjadi saksi kunci utama dalam kasus yang menggemparkan warga ini.
Meski dugaan kuat mengarah pada keracunan, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti kematian ibu dan dua anaknya tersebut masih belum dapat disimpulkan.
Titik terang kasus ini sangat bergantung pada hasil pemeriksaan mendalam dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.
“Kita masih menunggu hasil dari Labfor,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, saat dihubungi pada Senin (5/1/2026).
Sembari menunggu hasil labfor, tim penyidik terus bergerak cepat dengan memanggil dan memeriksa orang-orang terdekat serta mereka yang mengetahui aktivitas keluarga tersebut. Hingga kini, jumlah saksi yang telah dimintai keterangan terus bertambah.
“Kami masih memperbanyak pemeriksaan saksi. Total sudah 10 orang saksi yang sudah diperiksa,” ujar Onkoseno.
Dari kesepuluh orang tersebut, keterangan dari anak sulung korban, Abdullah Syauqi Jamaludin (22), menjadi salah satu fokus utama.
Dialah orang pertama yang menemukan keluarganya sudah terbujur kaku di dalam kamar kontrakan sepulang kerja. Teriakan histerisnya saat itu menjadi penanda awal terungkapnya tragedi ini.
Diketahui, tiga anggota keluarga yang meninggal dunia adalah sang ibu, Siti Solihah (50), serta dua adiknya, Afiah Al Adilah Jamaludin (27) dan Adnan Al Abrar Jamaludin (13). Abdullah sendiri kini masih dalam perawatan di rumah sakit.
Baca Juga: Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Usai Kegiatan Pembelajaran di RS Jiwa Grhasia, Ini Pemicunya?
Penyelidik tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh ketiga korban, yang semakin menguatkan dugaan kematian akibat zat beracun. Namun, ditemukan adanya bekas luka seperti terbakar di sejumlah bagian tubuh korban, menambah daftar kejanggalan yang harus dipecahkan.
Untuk membuktikan hipotesis keracunan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, terutama sisa-sisa bahan konsumsi terakhir para korban di rumah yang baru mereka tinggali selama lima bulan itu.
“Kita lebih mendalami untuk meneliti sisa makanan dan minuman yang ada,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Usai Kegiatan Pembelajaran di RS Jiwa Grhasia, Ini Pemicunya?
-
Polisi Tunggu Hasil Toksikologi, Penyebab Kematian Satu Keluarga di Warakas Masih Misteri
-
Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Kematian Misterius Satu Keluarga di Warakas
-
Misteri Kematian Keluarga di Warakas, Polisi Temukan Jasad Melepuh
-
Misteri Satu Keluarga Tewas di Tanjung Priok, Ini 7 Fakta Terkini
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar
-
Anak Urus Anak: KPI Bongkar Fakta Pahit di Balik Maraknya Pernikahan Dini di Indonesia
-
Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon
-
TNI AL Latih UMKM Pesisir Olah Hasil Laut dan Kedelai, Dorong Kemandirian Ekonomi
-
Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran
-
KPI Konsolidasikan Gerakan Perempuan Jelang Kongres VI, Soroti Kepemimpinan dan Keadilan Iklim
-
Korupsi Petral Bikin Harga Premium Melejit, Kejagung Gandeng BPKP Hitung Total Kerugian Negara!
-
Nuklir Iran Panas Lagi, Ambisi Pengayaan Uranium Teheran Tak Akan Bisa Dihentikan Amerika Serikat
-
Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata dengan AS Jika Israel Terus Bombardir Lebanon Tanpa Henti
-
Pasokan Minyak Dunia Anjlok 13 Persen Akibat Perang Timur Tengah Menurut Bos IMF