- Laras Faizati bacakan pledoi emosional, sebut kasusnya adalah kriminalisasi suara perempuan.
- Ia diadili karena unggahan kritik atas kematian seorang warga oleh Brimob.
- Sidang vonis dijadwalkan 15 Januari, empat hari sebelum ulang tahunnya.
Suara.com - Terdakwa kasus dugaan penghasutan, Laras Faizati, akan menjalani sidang putusan pada 15 Januari 2026 mendatang. Menjelang vonis, ia membacakan nota pembelaan (pledoi) pribadi yang emosional, mengkritik kriminalisasi terhadap perempuan yang berani bersuara.
Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026), Laras membacakan pledoi yang ia susun sendiri dari dalam sel tahanan Rutan Pondok Bambu.
"Saya Bukan Kriminal"
Di hadapan majelis hakim, Laras menegaskan bahwa dirinya bukanlah figur berpengaruh. Kritik yang ia sampaikan hanya melalui Instagram story yang bersifat sementara. Ia menekankan, satu-satunya hal yang ia lakukan adalah menyuarakan ketidakadilan atas kematian pengemudi ojek online, Affan Kurniawan.
“Saya tidak membunuh, saya tidak melindas, saya tidak korupsi. Saya bukan kriminal,” katanya.
Laras mempertanyakan mengapa ia harus dituntut satu tahun penjara karena menyampaikan kritik, sementara oknum yang menyebabkan kematian korban justru menerima hukuman yang lebih ringan.
Kritik Bukan Kriminal
Dalam pledoinya, Laras menyebut kasus yang menjeratnya sebagai bentuk pembungkaman dan akan melahirkan efek gentar yang membahayakan demokrasi. Ia bercerita bagaimana sesama tahanan perempuan menjadi takut bersuara setelah melihat apa yang menimpanya.
“Inikah yang negara kita mau? Rakyat yang pasrah, perempuan yang diam, dan pemuda yang bungkam?” tanyanya.
Baca Juga: Pengalaman Pahit Laras Faizati di Rutan Bareskrim, Pilih Berdoa Ketimbang Minum Obat Kedaluwarsa
Dengan suara bergetar, ia menutup pembelaannya dengan sebuah permohonan.
"Yang Mulia, suara perempuan seharusnya dikonsiderasi, bukan dikriminalisasi. Saya mohon bebaskan saya dan tunjukkan bahwa negara kita adalah ruang yang aman untuk perempuan bersuara," pintanya.
Suasana sidang menjadi hening dan emosional, diakhiri dengan tepuk tangan panjang dari para pengunjung.
Harapan Ulang Tahun di Rumah
Laras, yang dituntut satu tahun penjara oleh jaksa, akan berulang tahun ke-27 pada 19 Januari 2026, hanya empat hari setelah sidang vonis. Kuasa hukumnya, Uli Pengaribuan, berharap majelis hakim dapat menjatuhkan vonis bebas.
“Kami berharap Laras bebas dan bisa merayakan ulang tahunnya di rumah bersama keluarga,” ujar Uli.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir
-
Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!
-
Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial
-
Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP
-
Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia
-
Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah
-
Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint
-
Manga Survival Leviathan Dapat Adaptasi Live Action, Tayang Februari 2027
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla