- Laras Faizati ungkap dapat obat kedaluwarsa dan diledek penyidik saat ditahan.
- Ia diadili karena unggahan kritik atas kematian seorang warga oleh Brimob.
- Sidang vonis atau putusan akhir dijadwalkan digelar pada 15 Januari 2026.
Suara.com - Terdakwa kasus dugaan penghasutan, Laras Faizati, mengungkap pengalaman pahit yang ia alami selama menjalani proses penyidikan di Rutan Bareskrim Polri.
Usai sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026), ia mengaku sempat diberi obat yang telah kedaluwarsa saat sedang sakit.
“Waktu itu di Bareskrim. Saya lagi sakit, penanganannya lama. Pas dikasih obat, saya lihat tanggalnya sudah expired,” ujar Laras. "Tidak saya konsumsi. Akhirnya bertahan sambil berdoa saja," katanya.
Pengakuan ini melengkapi rangkaian dugaan perlakuan tidak manusiawi yang sebelumnya ia sampaikan dalam nota pembelaan (pledoi) pribadinya.
Diledek Saat Ibu Jatuh Sakit
Dalam pledoinya, Laras juga mengungkap momen paling menyakitkan saat ia mendengar kabar ibunya jatuh sakit. Alih-alih mendapat empati, ia justru mengaku diledek oleh oknum penyidik.
“Waktu itu bunda saya sakit, saya nangis, terus ada yang nyeletuk, ‘Lagian siapa suruh di sini? Salah lu sendiri, nyokap lu jadi sakit kan,’” tutur Laras.
Ia menilai, sebagai perempuan muda yang bersuara, dirinya diperlakukan seolah telah bersalah sejak awal. Selain tekanan mental, Laras mengaku kehilangan pekerjaan, mengalami teror digital, hingga penyebaran data pribadi. Semua itu harus ia hadapi hanya karena mengekspresikan kritik atas kematian pengemudi ojek online, Affan Kurniawan.
Pledoi Emosional dari Balik Tahanan
Baca Juga: Minta Laras Faizati Divonis Bebas, Kuasa Hukum: Kritik Bukan Kejahatan!
Pledoi yang dibacakan Laras selama 30 menit itu ia susun sendiri dari dalam sel tahanan Rutan Pondok Bambu. Momen pembacaan pledoi tersebut berlangsung emosional, di mana sejumlah pengunjung sidang terlihat menitikkan air mata sebelum memberikan tepuk tangan panjang.
Usai sidang, Laras mengucapkan terima kasih atas dukungan publik yang terus mengalir.
"Setiap kunjungan, bunda dan teman-teman selalu menyampaikan dukungan dari teman-teman online. Itu sangat menguatkan saya," ucapnya.
Sidang akan dilanjutkan dengan agenda tanggapan jaksa (replik) pada Rabu (7/1/2026), sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan pada 15 Januari 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Dari Cafe de'CLAN Signature ke Pacific Place, Polisi Kejar Aliran Duit Korupsi PLTU hingga Asabri!
-
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
-
Kasus Eksploitasi Anak 'Tenda Biru' Bukan Dipicu Postingan Viral WN Jepang
-
Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Selatan Meluas Jadi 25 Hektare, Api Masih Menyala
-
Usai Hadiri Pemakaman Khamenei, Delegasi Indonesia Dijadwalkan Bertemu Pejabat Iran
-
Warga Aceh Patungan Perbaiki Jembatan Enang-Enang, Satgas PRR: Keselamatan Nomor Satu
-
Benda Diduga Roket atau Rudal Ditemukan di Sungai Blitar, Tim Jibom Turun Tangan
-
Polisi Kembali Tangkap 2 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan Tiga Anggota Polri di Katingan
-
Mitra MBG Tuntut Kepastian Program, Khawatir Rakyat Kecil Terdampak
-
Brankas Rahasia di Cafe de'CLAN Signature Berisi Tumpukan Dolar AS-SGD, Nilainya Fantastis!