- Dr. Richard Lee ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelanggaran perlindungan konsumen sejak 15 Desember 2025 oleh Polda Metro Jaya.
- Pemeriksaan tersangka dr. RL, setelah penundaan, dijadwalkan ulang oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu, 7 Januari 2026.
- Pelaporan didasari dugaan produk seperti 'White Tomato' tanpa kandungan, dan produk DNA Salmon yang diduga tidak steril.
Suara.com - Kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menyeret nama dr. Richard Lee (RL) memasuki babak baru.
Penyidik Polda Metro Jaya menjadwalkan pemanggilan terhadap dokter sekaligus influencer kecantikan tersebut untuk diperiksa sebagai tersangka pada Rabu (7/1/2026) besok.
Pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang setelah sebelumnya Richard Lee berhalangan hadir pada panggilan pertama.
Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Reonald Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa status tersangka telah ditetapkan kepada dr. RL sejak 15 Desember 2025 lalu.
Kasus ini bermula dari laporan terkait produk dan treatment kecantikan milik dr. RL yang diduga bermasalah.
"Pemanggilan pertama terhadap tersangka pada 23 Desember 2025, namun saudara RL tidak hadir dan menyampaikan kepada penyidik untuk dijadwalkan ulang dan akan hadir pada tanggal 7 Januari 2026," ujar Reonald dalam keterangannya, Selasa (6/1/2025).
Rentetan Dugaan Pelanggaran
Kasus ini mencuat setelah pelapor berinisial HH, yang bertindak sebagai kuasa hukum korban berinisial S, melaporkan sejumlah temuan janggal pada produk yang dibeli dari marketplace milik dr. Richard Lee.
Berdasarkan kronologi yang dipaparkan kepolisian, ada tiga poin utama yang menjadi dasar pelaporan:
Baca Juga: Marak Penipuan Investasi Bodong di Telegram, Ini Modusnya
- Produk 'White Tomato' Tanpa Kandungan Tomat: Pada 12 Oktober 2024, korban membeli produk merek White Tomato.
- Namun, saat dilakukan pengecekan, komposisi produk tersebut diduga sama sekali tidak mengandung bahan White Tomato.
- Masalah Sterilitas DNA Salmon: Pada 23 Oktober 2024, korban membeli produk merek DNA Salmon. Barang yang diterima diduga tidak steril.
"Selain itu, pada 23 Oktober 2024 korban juga membeli produk dengan merek DNA Salmon yang juga milik dokter RL di marketplace, setelah barang diterima, diduga barang sudah tidak steril, karena tidak ada tutupnya dan kemasan dikemas ulang," kata Reonald.
Dugaan 'Repackaging' Produk Lain: Pada 2 November 2024, ditemukan pula dugaan bahwa produk Miss V Stem Cell by Athena Group dikemas ulang (repackage) dari produk merek lain.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa prosedur hukum akan terus berjalan sesuai aturan.
Kasus ini telah resmi terdaftar dengan nomor LPB Nomor 7317/XII/2024/SPKT/Polda Metro Jaya.
Reonald mengingatkan agar tersangka kooperatif memenuhi panggilan yang telah dijadwalkan besok. Jika kembali mangkir tanpa alasan yang jelas, polisi siap mengambil langkah berikutnya.
"Jika tersangka tidak ada pemberitahuan hadir atau tidak, maka akan dilayangkan panggilan kedua setelah tanggal 7 Januari 2026," tegasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Dokter Richard Lee Jadi Tersangka atas Laporan Dokter Detektif, Panggilan Pertama Mangkir
-
Inflasi Terjaga, BI Tetap Waspadai Kenaikan Harga Cabai dan Daging Ayam
-
Markas Scam Jaringan Internasional di Sleman Digerebek, Karyawan hingga Kendaraan Diangkut Polisi
-
Markas Besar Sindikat Penipuan Online Internasional Digerebek Polisi di Sleman, Begini Lokasinya!
-
Marak Penipuan Investasi Bodong di Telegram, Ini Modusnya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Carlos Espi Jadi Pahlawan Kemenangan Real Madrid, Jose Mourinho: Kami Beruntung
-
Viral Kembalikan Uang COD Rp92 Juta, Kurir Syarif Dapat Apresiasi Renovasi Rumah oleh SPX
-
Review Film Mutiny: Ketika Jason Statham Terjebak di Kapal Neraka, Masih Bisa Selamat?
-
Review Drama Beyond Evil, Misteri Hilangnya Warga Munju
-
Apakah Rice Cooker Low Carbo Efektif Kurangi Karbohidrat? Awas Tertipu, Ini Faktanya
-
Prabowo Bakal Datang ke NTT, Istana: Dalam Waktu Dekat
-
STY Klaim Persiapan Hampir Sempurna, Persija Bakal Tancap Gas di Super League
-
Eks Bomber Belanda Kecam Aksi Brutal Ole Romeny: Kelemahan Striker Timnas Indonesia
-
Kabar Gembira Anak Muda Bogor! Eks Gedung Kesenian Cibinong Disulap Jadi Siliwangi Center
-
Monster Hands: Ketika Monster Bawah Tempat Tidur Tak Lagi Menakutkan